Sweeping, Samsat Pinrang Dilengkapi Samsat Keliling

PINRANG – UPT Pendapatan Wilayah Pinrang Bapenda Sulsel mencari kendaraan menunggak di jalan-jalan dengan menggelar operasi penertiban kendaraan, Rabu (30/8) yang merupakan lanjutan dari operasi penertiban kemarin Selasa  (29/8).

Kendaraan yang belum  membayar pajak diminta membayar pajak di Samsat Keliling yang disiapkan.  Sementara yang tidak membawa uang berjanji akan segera membayar di Samsat Pinrang.

Kasi Pendataan UPT Pendapatan Pinrang, Noer Rachmat, mengatakan, operasi penertiban digelar di dua titik yakni di Kecamatan Paleteang yakni di Jl Jenderal Sudirman dan Jalan Poros Pinrang-Polman/Palia Kecamatan Paleteang. Total kendaraan yang terjaring sebanyak 61 unit.

Menurutnya, penertiban dilakukan untuk mencari kendaraan yang belum membayar pajak. Selain penertiban kendaraan juga dilakukan door to door untuk mencari kendaraan belum membayar pajak dari rumah ke rumah.(ilham)

Samsat Makassar Akan Sita  Kendaraan Penunggak Pajak  

MAKASSAR – Segera bayar pajak kendaraan Anda. Sebab mulai  1 September 2017 nanti, Samsat Makassar akan melakukan operasi gabungan secara serentak di kota Makassar.

Operasi ini difokuskan kepada kendaraan yang belum bayar pajak tahunan yang diistilahkan sebagai tunggakan pajakkendaraan bermotor.

Kepala UPTD Makassar 1 Selatan H. Harmin Hamid mengatakan operasi ini dilakukan secara besar – besaran ini sebagai tindak lanjut dari telegram Mabes Polri, dengan nomor surat Kakorlantas Polri No B/700/II/2017 Korlantas.

Surat telegram ini menurutnya akan memberikan efek jera bagi kendaraan penunggak pajak, pasalnya dalam surat itu disertakan UU no 2 tahun 2002, yang berbunyi penindakan bagi kendaraan penunggak pajak.

“Nah ini yang kami tunggu, selama ini kalau ada penunggak pajak hanya di denda dengan bunga pajak, sekarang itu selain denda mereka juga akan ditilang,” kata Harmin, Selasa (29/8/2017).

Karena 1 September 2017 ini bertepatan dengan hari raya Idul Adha 1438 hijriah, Harmin mengaku akan melaksanakannya usai hari raya keagamaan ini.

Hanya saja, Harmin tidak membeberkan waktu dan tempat operasi yang akan dilakukan, alasannya guna bisa melacak oknum penunggak pajak.

Sementara itu, Pamin 1 Samsat Makassar Iptu Ade Firmansyah mengatakan pihaknya siap mengawal operasi ini dengan profesional.

Menurut Ade, siapa saja oknum yang melanggar tentunya akan ditindak.

Dari data yang terlapor ke pihak kepolisian, sekitar 6000 kendaraan yang menunggak pajak kendaraannya.

Olehnya itu, pihaknya akan mencari siapa pemilik kendaraan penunggak itu.

“Siapa saja oknumnya akan kita sikat,” tegas Ade dikutip dari portal berita makassar.tribunnews.com.

Kendaraan yang belum bayar pajak akan ditahan dan dititipkan di Kantor Direktorat Lalulintas Polda Sulsel di Jl AP Pettarani, Makassar.

Lanjut Ade, adapun syarat agar kendaraan ini bisa keluar itu harus melalui membayar pajak tunggakan kendaraan, serta biaya administrasi tilang. (*)

Samsat Enrekang Jaring 202 Kendaraan Tunggak Pajak

ENREKANG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Bapenda Sulsel Wilayah Enrekang atau biasa disebut Samsat Enrekang menggelar operasi penertiban kendaraan di Riso, Kecamatan Enrekang, Rabu (30/8).

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Enrekang Eddy Pappang, M.Si mengatakan, dalam operasi ini pihaknya berhasil menjaring 202 unit kendaraan yang belum membayar pajak. Terdiri dari kendaraan roda empat 42 unit dan 160 unit kendaraan roda dua.

Ia menambahkan, dalam operasi penertiban yang melibatkan Polantas Polres Enrekang ini ada tiga kendaraan yang langsung membayar pajak kendaraan di tempat, roda empat sebanyak dua unit dan roda dua sebanyak satu unit.

Kasubag Tata Usaha UPT Pendapatan Wilayah Enrekang, Ridwan SE, menambahkan, semua wajib pajak yang terjaring telah menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk melunasi pajak kendaraannya paling lambat  dua minggu ke depan di Samsat Enrekang.

Rencananya aksi ini akan kembali dilakukan di sejumlah titik di Kota Enrekang. Pajak yang terkumpul dari kendaraan bermotor selanjutnya akan dikembalikan ke rakyat dalam bentuk pembangunan.(alim)

Bapenda Sulsel Kurban 16 Ekor Sapi

MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel mengurbankan 16 ekor sapi pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1438 H atau  Jumat 1 September 2017.  Sapi tersebut akan dibagikan kepada orang yang berhak.

Sapi tersebut merupakan sumbangan dari keluarga besar Bapenda Sulsel. Kepala Bapenda Sulsel Drs H. Tautoto TR, M.Si mengurbankan dua ekor sapi, Sekretaris Bapenda Sulsel Kemal Redindo Syahrul Putra MH berkurban satu ekor sapi, Bidang Teknologi dan Sistem Informasi satu ekor sapi, Bidang Pembinaan dan Pengawasan seekor sapi, dan Bidang Perencanaan dan Pelaporan satu ekor sapi.

Badan Amil Zakat (BAZ) Bapenda juga berkurban sebanyak lima ekor sapi, Koperasi Pegawai Bapenda Sulsel satu ekor sapi, serta keluarga pegawai berkurban sebanyak tiga ekor sapi. Pegawai lingkup Sekretariat Bapenda Sulsel juga berkurban satu ekor sapi.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Bapenda Sulsel, H Abdul Haris MM, Rabu (30/8), mengatakan, sapi tersebut akan disembelih pada Senin (4/8) atau hari ketiga Lebaran Haji. (ilham)

Samsat Soppeng Tertibkan 83 Kendaraan

SOPPENG –  UPT Pendapatan Wilayah Soppeng Bapenda Sulsel menertibkan 83 kendaraan menunggak pajak dalam operasi penertiban kendaraan di dua titik di Soppeng.

Kepala UPT Pendapatan Soppeng Florenswaty Mekka MM, Rabu (30/8), mengatakan, penertiban kendaraan berlangsung di dua titik yakni di Kubba dan Warue Kecamatan Lalabata, Soppeng.

“Kendaraan roda dua yang terjaring sebanyak 50 unit sementara kendaraan roda empat sebanyak 33 unit, total sebanyak 83 kendaraan,” ujar Waty, sapaannya.

Hingga Juli 2017, atas kerja keras UPT Pendapatan Wilayah Soppeng, Pemkab Soppeng telah menikmati dana bagi hasil (DBH) pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 4,8 miliar. Total DBH yang diterima Pemkab Soppeng hingga Juli 2017 sebesar Rp 19,5 miliar.(rusli/ilham)