Tunggakan Pajak 1 Unit Kendaraan Pengusaha Makassar Capai Rp 231 juta

 

MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan dan UPT Pendapatan Wilayah Makassar II Utara kompak mencari kendaraan menunggak dengan mendatangi rumah penunggak pajak secara door to door.

Senin (11/9) tim yang dipimpin Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan Harmin Hamid, Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar II Utara H Reza Faizal Saleh M.Si, dan Paur STNK Makassar II AKP Darwis, melakukan penagihan di rumah pengusaha di Jalan Bougenville Makassar, Kecamatan Panakkukang Makassar.

Pada rumah tersebut terdapat tiga mobil mewah yang belum membayar pajak kendaraan bermotor. Tiga roda empat mewah itu diidentifikasi sebagai milik Hj Karmila yang sedang berada di Timika, Papua, kata penunggu rumah.

Menurut Harmin, tunggakan pajak  mobil sedan Marcedes Benz milik pengusaha  DD 74 KI  senilai Rp.231.495.543.

Sementara  sedan BMW 523i AT E60 CKD, Nopol DD 78 HK, tak membayar pajak dengan tagihan sebesar Rp.14.393.125. Sedangkan sedan jenis Peugeot 308 cc A/T tahun pembuatan 2013, Nopol DD 1014 QN, tunggakan pajaknya sebesar Rp. 36.215.888.

Total  tungakan pajak untuk 3 mobil mewah tersebut sebesar Rp. 282.104.556.

“Kami akan terus memburu penunggak pajak, kami ingatkan pajak adalah kewajiban warga negara dan akan dikembalikan kepada warga masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Rencananya Selasa (12/9) tim akan kembali menggelar razia untuk mencari penunggak pajak.(Tsi-Dai-Ilham)

 

 

 

Samsat Makassar Sweeping di Sultan Alauddin

MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan melakukan aksi sweeping di Jl Sultan Alauddin Makassar untuk mencari pengguna kendaraan yang belum membayar pajak kendaraan, Senin (11/9).

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan Harmin Hamid mengatakan pemeriksaan kendaraan ini dilakukan untuk mencari penunggak pajak kendaraan di Makassar.

“Khusus di Makassar ada sekitar 40 ribu kendaraan yang menunggak pajak kendaraan. Ini akan kita cari, baik di jalan raya maupun dengan mendatangi kediaman penunggak pajak. Datanya ada semua sama kami,” ujarnya di sela-sela penertiban.

Ia menambahkan, ada sekitar 100 lebih kendaraan yang menunggak pajak yang sempat dijaring. Namun yang membayar pajak di tempat melalui Samsat Keliling hanya sekitar tujuh kendaraan dengan nilai Rp 4 juta lebih.

Operasi yang dikawal oleh Kepolisian Polda Sulsel ini rencananya akan kembali digelar pada Selasa (12/9) di Makassar.(Tsi-Dai-Rusli)

 

 

UPT Pendapatan Takalar Temukan Rokok Tak Bercukai

TAKALAR  – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Takalar  menemukan puluhan rokok yang tak dilengkapi cukai resmi dari pemerintah saat melakukan pendataan rokok di Kecamatan Mappakasunggu, Takalar, Senin (11/9).

“Dalam pendataan yang berlangsung Senin (11/9) di sejumlah toko di Kecamatan Mappakasunggu, kami menemukan 32  rokok yang tak dilengkapi dengan cukai resmi dari pemerintah,” kata Kepala UPT  Pendapatan Wilayah Takalar, Drs Zulkarnain Malik, M.Si.

Ia menambahkan, pihaknya telah memberikan pemahaman kepada penjual rokok agar tidak menjual rokok yang tidak dilengkapi dengan cukai. Rokok yang tak bercukai, lanjutnya, berarti tidak memberikan kontribusi pada pembangunan di Takalar.

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan rokok yang beredar di Takalar semuanya dilengkapi dengan cukai asli. Hingga Juni 2017, Pemkab Takalar telah menikmati dana bagi hasil dari pajak rokok sebesar Rp 6,3 m.(Tsi-Dai-Ilham)

Kepala Bapenda Bawakan Materi Kepemimpinan

Makassar – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel Drs H. Tautoto TR, M.Si  membwakan materi kepeimpinan dalam  Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan 299 Bapenda Sulsel bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulsel, Senin (11/9), di Sekretariat BPSDM Jalan Sultan Alauddin Makassar.

“Pejabat eselon IV yang memiliki kompetensi kepemimpinan sangat diperlukan dalam upaya mendukung tugasnya  terkait posisinya di pemerintahan, tugasnya dalam rangka pembangunan dan pengabdiannya kepada masyarakat secara berkelanjutan. Tugas pemerintah adalah melayani kepentingan masyarakat dengan meneruskan kerja birokrasi dengan tingkat daya kerja yang lebih efisien dan efektif,” ujarnya.

Sebelumnya saat membuka  diklat, Toto mengingatkan pentingnya acara ini bagi aparatur sipil Negara (ASN). “Aparatur sipil Negara harus terus mengasah kemampuan dalam berbagai bidang, salah satunya melalui diklat kepemimpinan. Kita harus berubah dengan mengikuti perkembangan, jika tidak zaman akan menggilas kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, diklatpim IV ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ASN sebelum mendapatkan jabatan eselon IV. “Diklatpim ini ibarat SIM bagi seorang ASN sebelum mendapatkan jabatan,” ujarnya.

Diklatpim ini diikuti sebanyak 30 orang peserta yang semuanya berasal dari Bapenda Sulsel. 30 peserta tersebut berasal dari Sekretariat Bapenda Sulsel dan dari berbagai unit pelaksana teknis (UPT) pendapatan dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. (Tsi-Dai-Alim)

Kepala Bapenda Sulsel Buka Diklatpim

Makassar – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel Drs H. Tautoto TR, M.Si  membuka Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan 299 Bapenda Sulsel bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulsel, Senin (11/9), di Sekretariat BPSDM Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Diklatpim ini diikuti sebanyak 30 orang peserta yang semuanya berasal dari Bapenda Sulsel. 30 peserta tersebut berasal dari Sekretariat Bapenda Sulsel dan dari berbagai unit pelaksana teknis (UPT) pendapatan dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Dalam sambutannya saat membuka diklat, Toto mengingatkan pentingnya acara ini bagi aparatur sipil Negara (ASN). “Aparatur sipil Negara harus terus mengasah kemampuan dalam berbagai bidang, salah satunya melalui diklat kepemimpinan. Kita harus berubah dengan mengikuti perkembangan, jika tidak zaman akan menggilas kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, diklatpim IV ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ASN sebelum mendapatkan jabatan eselon IV. “Diklatpim ini ibarat SIM bagi seorang ASN sebelum mendapatkan jabatan,” ujarnya.

Hadir dalam pembukaan diklatpim ini antara lain Kepala BPSDM Sulsel Ir H Imran Jausi M.Pd dan Kabid Diklat Kepemimpinan Aparatur Drs Ruslan Ismail MM yang juga tampil membawakan sambutan.

Imran mengungkapkan, proyek perubahan yang dihasilkan oleh peserta diklat ini dapat dibukukan  sehingga akan menjadi bahan rujukan atau bahan pelajaran bagi orang lain.

Hadir mendampingi Kepala Bapenda Sulsel dalam diklat ini yakni tiga kepala bidang di bapenda dan sejumlah pejabat bapenda lainnya. Diklat ini berlangsung mulai Senin (11/9/2017) hingga Kamis (28/12/2017).(Tsi-Dai-Alim)