Alamat : Jl. Andi Pangeran Pettarani No. 1

Pemkab Sinjai  Dapat 23,8 M dari  Pajak Bapenda Sulsel

SINJAI – Untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak agar membayar pajak kendaraan tepat waktu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Sinjai, melakukan sosialisasi pajak daerah, di  Hotel Srikandi Sinjai, Rabu (13/9).

Ketua  Pelaksana, A. Dewan Dapi mengatakan, sosialisasi ini digelar  untuk mengingatkan masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat  dalam membayar  pajak tepat waktu.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Sinjai Bapenda Sulsel, Drs. Arwin Jalil M.Si yang membuka sosialisasi ini mengatakan sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada wajib pajak mengenai jenis pajak  yang dikelola oleh Bapenda Sulsel dan pajak apa saja yang dikelola oleh Pemkab Sinjai.

Menurutnya,  Kabupaten Sinjai saat ini berada diurutan paling rendah di Sulsel dalam pencapaian target pajak daerah.

“Olehnya itu kami minta dukungan semua pihak untuk menginformasikan kepada masyarakat lain agar dapat membayar pajak tepat waktu sebab hasil dari pajak ini akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan,” jelasnya.

Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel, H. Burhanuddin, SH juga hadir membawakan materi terkait layanan unggulan Samsat Sinjai.

Burhanuddin  mengatakan, sosialisasi tersebut dilaksanakan di 24 kabupaten/kota di Sulsel termasuk di  Kota Sinjai untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang  pajak yang dikelola Bapenda Sulsel serta layanan unggulan Bapenda Sulsel.

Layanan unggulan tersebut antara lain gerai samsat,  samsat keliling, samsat dilevery, Sistem Informasi Pajak Daerah (Sipada), dan masih banyak lagi. “Sekarang ini wajib pajak bahkan sudah bisa mengetahui pajak kendaraan bermotor melalui SMS atau twitter,” katanya.

Bur mengatakan, Bapenda Sulsel hanya mengurus lima pajak yakni pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan, pajak bahan bakar, pajak rokok dan pajak air permukaan (PAP).

Dana pajak bagi hasil khusus pajak motor yakni 70 persen untuk provinsi dan 30 persen untuk daerah. Pajak  BBNKB  30 persen untuk provinsi dan 70 persen untuk daerah. Sementara PAP hasilnya dibagi dua yakni 50 provinsi dan 50 kabupaten. Untuk pajak rokok provinsi hanya menerima 30 persen sementara provinsi menerima 70 persen.

Dari pemungutan pajak tersebut daerah juga mendapatkan bagian yang jumlahnya bervariasi. Hingga Agustus  2017 ini, dana bagi hasil yang diterima Kabupaten Sinjai  adalah Rp 23,8 miliar yang jumlahnya akan terus bertambah.

Kasatlantas Polres Sinjai, AKP Kamiluddin juga memaparkan pemikirannya berjudul Meningkatkan Kinerja Samsat Guna Optimalisasi Pelayanan Publik.  Ryanata Masyuraga dari Jasa Raharja Perwakilan Bone juga hadir bersama sekitar 100  peserta sosialisasi  yang terdiri dari anggota klub motor, diler, pembiayaan,  pengelola  SPBU, tokoh masyarakat dan masyarakat umum lainnya.(Tsi-Dai-Ilham)

 

 

 

alim tsi

alim tsi