Bapenda Sulsel Bagikan DBH PKB, Makassar Terbesar, Selayar Terkecil

MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel telah menghimpun dan akan membagikan dana bagi hasil (DBH) pajak kendaraan bermotor (PKB) pada 24 kabupaten/kota di Sulsel. Pemkot Makassar paling besar menerima DBH dan Pemkab Selayar tercatat sebagai kabupaten yang menerima DBH terkecil.

Sejak Januari hingga Agutus tahun ini  Pemkot Makassar telah menerima Rp  66,283,138,175 sementara Selayar sebesar Rp  4,283,080,737.  Ini terjadi karena jumlah kendaraan di Makassar jauh lebih banyak dibanding daerah lain, apalagi di Selayar.

Pajak yang dikelola Bapenda Provinsi Sulsel terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan pajak Rokok.

Pemerintah kabupaten dan provinsi  menerima DBH dengan jumlah bervariasi. PKB dan BBNKB dialokasikan sebesar 30 persen untuk kabupaten/kota,  dana bagi hasil yang bersumber dari PBBKB dan Pajak Rokok juga dialokasikan sebesar 70 persen untuk kabupaten/kota. Sementara DBH Pajak Air Permukaan dialokasikan sebesar 50 persen untuk Kabupaten/Kota.

Total DBH Yang diterima Pemerintah Kota Makassar hingga Agustus 2017 sebesar Rp   209,017,628,897 sementara Pemkab Selayar menerima Rp  17,588,020,592.  Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga akhir tahun.(Tsi-Dai-Rusli)

 

Samsat Gowa Tempel Nama Penunggak Pajak di Masjid

SUNGGUMINASA – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Gowa atau Samsat Gowa menempel nama penunggak pajak kendaraan di sejumlah masjid di Gowa. Ini dilakukan agar wajib pajak segera membaca dan membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di Kantor Samsat Gowa.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Gowa Masbit Taufiek SE, Senin (25/9), mengatakan, hal ini dilakukan agar masyarakat dapat membantu UPT Pendapatan Gowa mencari pemilik kendaraan  tidak melakukan daftar ulang (KTMDU).

“Banyak kendaraan yang sudah tidak sesuai nama dan pemiliknya. Karenanya petugas kesulitas mencari dan melakukan penagihan kepada pemilik terakhir. Kami berharap melalui pemasangan nama di masjid ini pemilik kendaraan segera membayar pajak,” kata Masbit.

Mantan Kepala UPT Pendapatan Wilayah Sinjai ini menghimbau kepada wajib pajak yang telah menjual kendaraannya atau kendaraannya telah hilang agar menyampaikannya ke kantor samsat agar data kendaraan dapat diubah.

UPT Gowa cukup aktif mendatangi wajib pajak di rumahnya. Sejak Januri hingga Agustus 2017 telah mendatangi 2.628 wajib pajak. Dari jumlah tersebut terdapat 82 kendaraan pindah alamat dan tidak ditemukan. Juga ada 330 kendaraan yang alamatnya tidak jelas, 50 kendaraan dijual, satu kedaraan rusak berat, 45 pemilik ditemui dan berjanji membayar. Sebanyak 2.120 kendaraan tanpa keterangan.(Tsi-Dai-Alim)