Samsat Bone Razia, 27 Ditilang, Langsung Bayar 21 Unit

WATAMPONE – Untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Sulsel, Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Bone kembali melakukan razia pajak kendaraan bermotor, Kamis (12/12/2019) di Jalan Jendral Ahmad Yani Makassar.

Razia yang digelar bersama Jasa Raharja dan Polrestabes Bone ini berhasil menjaring 44 orang pengendara yang menunggak pajak kendaraan. Sebanyak 27 orang ditilang karena melakukan berbagai pelanggaran.

Kepala UPT Bone Arwin Jalil, mengatakan, 21 orang yang terjaring akhirnya memilih membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di samsat keliling yang menyertai razia.

Total pemasukan pada razia tersebut sebesar Rp 27.235.911.(*)

Razia Pajak, Samsat Maros Tilang 28 Kendaraan

TURIKALE – Sebanyak 28 orang pemilik kendaraan di Kabupaten Maros harus menerima surat tilang (bukti pelanggaran) dari Polantas Polres Maros dalam razia pajak kendaraan bermotor yang dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Maros, Kamis (12/12/2019), di Jalan Jenderal Sudirman Maros.

Mereka ditilang karena tidak membawa SIM dan melakukan pelanggaran lainnya seperti tidak melakukan pengesahan STNK di samsat.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Maros, Sukur, mengatakan, petugas berhasil menemukan 39 unit kendaraan yang belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Namun hanya 11 kendaraan yang membayar PKB di tempat senilai Rp 31.101.500.

Ia menambahkan, razia akan terus dilakukan untuk mengingatkan masyarakat Maros agar membayar PKB tepat waktu. PKB itu akan kembali dinikmati warga Maros melalui pembangunan infrastruktur dan membiayai program Pemkab Maros.(*)

 

Ke Bapenda Sulsel, DPRD Sulbar Ingin Tingkatkan PAD

Makassar – Panitia Khusus (Pansus) Retribusi Jasa Umum DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) berkunjung Sekretariat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (12/12/2019). Kunjungan dilakukan untuk mencari masukan terkait pembasan perda retribusi di DPRD Sulbar.

Pansus Jasa Umum DPRD Sulbar dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sulbar Usman Suhuri yang berasal dari Partai Golkar. Sekretaris Pansus Risbar Berlian Bahri dan sejumlah anggota pansus dan OPD terkait juga hadir.

Mereka diterima Kepala Bapenda Sulsel Andi Sumardi Sulaiman, Sekretaris Bapenda Andi Winarno, Kabid PAD Bapenda Sulsel Darmayani Mansyur, Kabid TSI Adhita Sandhya Dharma, Plt Kabid Binwas Huriah Wahab dan sejumlah pejabat terkait.

Usman mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk mencari masukan ke Bapenda Sulsel terkait perda retribusi yang sedang digodok oleh pansus tersebut. Menurutnya, kunjungan dilakukan ke Sulsel, selain hemat biaya dan hemat waktu, Sulsel juga telah mempunyai perda retribusi jasa umum yang baru.

Darmayani mengatakan, Sulsel memang mempunyai perda retribusi yang baru yakni Perda nomor 12 tahun 2019 tentang perubahan atas perda nomor 1 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha. Perda ini mengatur tentang jumlah retribusi yang harus dibayar bila menggunakan fasilitas atau jasa milik pemprov. Perda ini disempurnakan untuk memperoleh keuntungan yang layak dan mempertimbangkan biaya pemeliharaan sarana dan prasarana pemprov yang berorientasi dengan harga pasar.

Yani mengatakan, untuk memaksimalkan pendapatan, Pemprov Sulbar sebaiknya mengakomodir sistem pembayaran nontunai seperti yang diterapkan di Pemprov Sulsel. “Sistem ini mencegah terjadinya kebocoran PAD di lapangan,” ujarnya.

Sementara Adhita menambahkan, untuk meningkatkan pendapatan, Bapenda Sulsel melakukan sejumlah inovasi yang mendekatkan bapenda dengan keinginan masyarakat yakni pembayaran pajak melalui mobile banking, ATM, serta melalui Alfa Group dan Indomaret.

Kunjungan itu diwarnai dengan tanya jawab seputar hal-hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan PAD Sulbar.(*)

 

 

 

 

 

 

Samsat Makassar Razia, 109 Kendaraan Terjaring

Makassar – Siapkan surat kendaraan Anda yang telah disahkan karena Samsat Makassar akan terus menggelar razia pajak kendaraan bermotor di bulan ini. Rabu (10/12), Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan menggelar razia PKB.

Dalam razia yang digelar di Jalan Hertasning Baru itu, petugas menjaring 109 unit kendaraan yang belum membayar PKB. Terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 45 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 64 unit, kata Kepala UPT Makassar I Selatan Bustanul Arifin.

Sebanyak 63 kendaraan ditilang oleh Polisi Lalu Lintas Polrestabes Makassar karena tidak membawa SIM dan belum melakukan pengesahan STNK. Petugas juga menyita dua unit sepeda motor dan lima unit plat gantung kendaraan roda empat.

Dalam razia itu sebanyak 55 pemilik kendaraan memilih melunasi pajak kendaraanya dengan total senilai Rp 138.409.680.

Razia ini akan terus digelar di Makassar. Sejumlah samsat lain di Sulsel juga terus menggelar razia pajak untuk mengingatkan masyarakat agar membayar pajak tepat waktu. Antara lain Samsat Selayar dan Samsat Toraja. (*)

Siapkan Surat, Samsat Selayar Razia 6 Hari

BENTENG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Selayar atau Samsat Selayar menggelar razia pajak kendaraan di Selayar mulai 10-17 Desember 2019. Ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) tepat waktu.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Selayar, Kasmir, mengatakan, razia ini digelar selama enam hari bersama Satlantas Polres Selayar dan Jasa Raharja. Rabu (11/12) dilakukan razia di Appabatu, Kelurahan Benteng Utara, Benteng.

Ia mengimbau masyarakat agar membawa surat-surat kendaraan yang sudah disahkan sebelum berkendara. Ini dimaksudkan agar pengendara tenang dan tidak ditahan saat razia berlangsung.

Kanit Regident Polres Selayar, Iptu Arifin Nu’mang mengatakan, operasi yang berlangsung kurang lebih tiga jam tersebut berhasil menjaring kendaraan penunggak pajak, baik roda dua maupun roda empat.(*)