Terjaring Razia Samsat Makassar, Sukri Bassi Toayya Mengaku Sengaja Cari Razia

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan atau Samsat Makassar Selatan bersama Satlantas Polrestabes Makassar, Jasa Raharja, dan Pomdam XIV Hasanuddin menggelar razia pajak kendaraan selama tiga hari, Senin-Rabu (16-18/3/2020).

Pada razia pajak kendaraan selama tiga hari tersebut, Samsat Makassar berhasil mengumpulkan pajak kendaraan sebesar Rp 301,519,098.

Total kendaraan yang terjaring razia selama tiga hari tersebut yakni 346 unit.  Sementara kendaraan yang ditilang sebanyak 208 unit yang terdiri dari kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih.

Razia dipimpin oleh Panit I Turjawali Ipda H Sukri Liwang SH MH. Turjawali singkatan dari Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli.

Razia hari pertama digelar di Jalan Letjen Hertasning Makassar, hari kedua di Jalan Gunung Bawakaraeng, dan hari ketiga di Jl Penghibur, kawasan Pantai Losari Makassar.

Kepala UPT Makassar I Selatan H. Andi Hasni Zainal M.Si, mengatakan, razia pajak kendaraan kembali akan digelar pada pekan depan di sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Hanya saja ia tidak mau menyebut lokasi tersebut.

Ia mengatakan, razia akan terus digelar hingga akhir Maret untuk mengingatkan masyarakat Sulsel agar membayar pajak tepat waktu.

Bukan hanya di Makassar, razia serupa juga digelar di 24 kabupaten/kota lainnya di Sulsel.

Saat Razia Rabu (18/3/2020), comedian local, Sukri Bassi Toayya terjaring razia saat melintas di depan petugas. Karena kesibukannya ia lupa membayar pajak kendaraan.

View this post on Instagram

Ternyata om nya juga kerja d kantor pajak…..

A post shared by Bapenda Sulsel (@badan_pendapatan_daerah_sulsel) on

Saat ditahan ia langsung membayar pajak antre bersama warga lainnya yang terjaring razia.

Kehadiran Sukri membuat petugas dan warga terhibur karena ia sering melemparkan lelucon.

Dengan gaya manjanya ia langsung menelpon om-nya yang bekerja di kantor pajak kendaraan untuk membantunya agar bisa lolos dari razia.

“Apa? Di kantor pajak bangunan ki kerja? Saya kira kita di bagian pajak kendaraan,” ujarnya diikuti tawa petugas dan warga.

Usai membayar menggunakan aplikasi m-banking BCA, ia mengimbau masyarakat Sulsel agar membayar pajak kendaraan tepat waktu karena pajak yang dibayarkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan program lainnya.

Dengan nda berkelakar, ia mengaku sengaja mencari razia pajak kendaraan untuk membayar pajak kendaraannya.

“Saya sengaja melintas di sini karena tahu ada razia. Berapa sih, tidak goyang! Karena pingsan ma,” ujarnya.(*)