Samsat Se-Sulsel Tetap Buka 17 Desember 2020, Yang WFH Hanya Pegawai Kantor Pusat Bapenda

MAKASSAR – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi Sulsel menutup dua kantor untuk disterilkan yakni kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel di Jalan AP Petta Rani Makassar dan Bappelitbangda Sulsel. Hal ini dimuat dalam surat Nomor 443.2/9003/B.Umum, tanggal 15 Desember 2020.

Dalam surat itu Sekretaris Daerah meminta pegawai pada dua instansi tersebut bekerja dari rumah atau work from home (WFH), melakukan tes SWAB, dan mensterilkan kantor selama tiga hari, yaitu tanggal 16-18 Desember 2020.

Kemudian berdasarkan surat Nomor 443.2/9048/B.Um, tanggal 16 Desember 2020, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan kembali bahwa pelayanan pada Kantor UPT Pendapatan Daerah se-Sulawesi Selatan tetap berjalan seperti biasa.

Dengan demikian, pegawai yang diperintahkan untuk WFH adalah pegawai pada kantor Pusat Bapenda Sulsel yang tidak memberikan pelayanan penerimaan pajak daerah dari masyarakat atau wajib pajak.

Dalam surat dimaksud, Sekda Sulsel juga memerintahkan agar pelayanan di luar kantor pusat yakni di samsat dan layanan unggulan lainnya tetap buka seperti biasa namun harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk melindungi petugas dan wajib pajak agar tidak terpapar virus corona.

Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dharmayani Mansyur mengatakan, layanan samsat di seluruh Sulsel tetap buka seperti biasa mulai 17 Desember 2020, karena pada tanggal 16 seluruh pegawai akan melakukan test SWAB dan kantor juga akan disemprot disinfektan.

“Yang menjalankan WFH hanya kantor pusat Bapenda Sulsel di Jalan AP Petta Rani Makassar, itupun sambil menunggu hasil SWAB yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Jika hasil SWAB sudah ada, dan sterilisasi ruangan sudah dilakukan, maka pegawai dan honorer yang dinyatakan negative akan kembali bertugas seperti biasa. Sedangkan jika ada yang positif, kita serahkan pada mekanisme protokol kesehatan,” katanya.

 “Kami mohon maaf kepada masyarakat atas terhambatnya pelayanan selama pajak satu hari ini. Dan kami juga mohon maaf kepada mitra kami di Kantor Samsat, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan PT Jasa Raharja, karena kejadian pada hari ini begitu tiba-tiba sehingga belum dikoordinasikan terlebih dahulu. Sekali lagi kami sampaikan kepada masyarakat umum bahwa pelayanan samsat tetap terbuka seperti biasa. Silahkan masyarakat memanfaatkan moment pembebasan denda PKB dan BBNKB II, pembebasan BBN II dan  pembebasan tariff pajak progresif yang akan berakhir tanggal 23 Desember 2020. Samsat Tidak Tutup ji,” tegasnya.(alim)