Bapenda Sulsel Gandeng Gopay untuk Bayar PKB

MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan yang membawahi samsat di Sulsel menggandeng gojek untuk memudahkan masyarakat Sulsel untuk membayar pajak kendaraan.

Tahun 2021 ini, Bapenda Sulsel menggandeng Gojek untuk membantu masyarakat membayar pajak kendaraannya.

Kabid Teknologi dan Sistem Informasi Bapenda Sulsel, Adhita Sandhya Dharma mengatakan program ini telah berlangsung saat akhir tahun 2020, hanya saja baru ia rilis di awal tahun 2021 ini.

Menurutnya, dengan melibatkan pihak Gojek Indonesia, masyarakat Sulsel bisa membayar pajak kendaraannya dengan poin Go-pay (dompet digital).

“Saat pandemi seperti ini banyak orang lebih memilih transaksi online, dengan memanfaatkan aplikasi gojek dan lainnya. Nah kami manfaatkan momentum ini, agar mereka (warga) bisa mudah membayar pajaknya jika tak sempat ke kantor Samsat setempat,” katanya.

Didit sapaan akrab Adhita, menyebutkan setelah membayar pajak kendaraan bermotor pakai go pay, wajib pajak bisa melakukan pengesahan STNK di samsat terdekat.

“Masa pengesahannya sampai 30 hari. Jadi tidak mesti hari saat mereka bayar langsung melakukan pengesahan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, awal program ini sangat baik. Untuk Januari 2021 saja, Bapenda bisa meraup pajak lewat go pay sebesar Rp35 juta.

“Ini Januari loh, yah awal yang baik lah,” katanya.

Selain Gopay, layanan online lainnya yang bisa di akses, yakni di Indomaret, Alfa Mart, Alfa Midi, mobile banking Bank Sulselbar, dan selanjutnya di aplikasi Bukalapak.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan mencatat penerimaan pajak di era Pandemi Covid 19 tahun 2020 sangat baik.

Capai Target

Kepala Bapenda Sulsel, A Sumardi Sulaiman mengatakan meski wabah covid melanda Sulsel, tidak membuat pendapatan daerah ikut terhenti.

Ia menyebutkan pendapatan khususnya di Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama (BBN) tahun kemarin justeru surplus, atau melebihi dari target yang diberikan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, tentu apa yang kita raih ini tentu suatu kebanggaan tersendiri bagi kami. Di tengah tantangan covid yang membuat ekonomi kota anjlok, tidak membuat pendapatan kita anjlok,” ujar Sumardi.

Tak lupa lanjut dia, prestasi ini atas dukungan mitra Bapenda Sulsel, yakni jajaran Ditlantas Polda Sulsel dan Jasa Raharja.

Ia membeberkan salah satu upaya sehingga PKB dan BBN ini capai target, dengan memanfaatkankan pelayanan online.

“Kita tahu, saat puncak pandemi dan ditetapkan PSBB oleh pemerintah Kota Makassar nyaris tak ada aktivitas di luar rumah. Dengan adanya pelayanan

online, tentu memudahkan warga membayar pajak kendaraannya,” ujar Sumardi

Menurut Sumardi, pembayaran pajak ini dampaknya akan mengarah pada pembangunan daerah ini.

Ia mengatakan pajak yang akan terctat sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan dialokasikan untuk pembangunan khususnya fasilitas umum, seperti infrastruktur, alat kesehatan, pendidikan, dan sektor pertanian. (alim)