Plt Gubernur Sulsel Lantik 737 Pejabat Pemprov Sulsel

MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melantik jabatan administrator (eselon III), jabatan pengawas (eselon IV), serta pejabat fungsional di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel di ruang rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (31/12/2021).

Sebanyak 116 pejabat eselon III dilantik, 257 pejabat eselon IV, dan 364 pejabat fungsional dengan total sebanyak 737 orang.

Sejumlah pejabat di Bapenda Sulsel juga ikut dilantik. Ada yang mendapatkan jabatan di bapenda, ada juga yang promosi jabatan di instansi lain lingkup Pemprov Sulsel.

“Pelantikan pertama (306 pejabat) fungsional. Hari ini ada fungsional, administrator, dan pengawas. Ini tidak lain adalah untuk melaksanakan instruksi Bapak Presiden (Joko Widodo) dalam rangka penyetaraan struktur organisasi beralih ke fungsional,” kata Sudirman.

Sudirman dalam arahannya menekankan pentingnya integritas pejabat. Penguatan paling kuat kinerja dari aparatur sipil negara (ASN), kata dia, adalah memperlihatkan dedikasi dan integritas terhadap pekerjaan, bukan terhadap atasan.

“Ini yang selalu saya bilang bahwa yang terbaik itu profesionalitas, di mana loyal pada pekerjaan. Selamat bekerja, saya tidak mau bilang selamat mendapatkan jabatannya. Saya bilang selamat bekerja karena apapun posisinya adalah sebuah amanah,” ucap Sudirman.

Pada pelantikan ini, Sudirman meminta dua poin pada pakta integritas bagi pejabat administrator dan pengawas dibacakan sebanyak dua kali. Yakni, poin nomor 6 terkait penyimpangan integritas dan poin nomor 8 terkait target kinerja dan kesediaan meletakkan jabatan.

“Tadi saya minta diulang bahwa terkait berkinerja dengan baik,” ucapnya.

Poin nomor 6 menyampaikan informasi penyimpangan integritas kepada Gubernur Sulsel serta turut menjaga kerahasiaan saksi atas pelanggaran peraturan yang dilaporkannya. Sementara, poin 8 menyebutkan bahwa jika tidak mencapai target kinerja, yang bersangkutan siap meletakkan jabatan.

Terkait eseleon II, ia meminta peserta lelang jabatan tidak mencari-cari dukungan dari orang lain untuk menekan Plt Gubernur Sulsel agar mendapatkan jabatan yang dinginkan.

“Jangan melingkar, ada (calon pejabat eselon II) yang sudah saya suka namun nilainya langsung turun karena berusaha melingkar. Poin integritasnya langsung turun di mata saya,” katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jausi, menyatakan bahwa pelantikan ini menujukkan keseriusan Pemprov Sulsel memasuki 2022 yang orientasi kerja berubah dari strukturalis menjadi fungsionalis.

“Tentunya, para pejabat fungsional yang dilantik harus melakukan penyesuaian pola kerja. Karena berbeda pola kerja struktural dengan fungsional,” katanya.(alim)