Bapenda Jatim Studi Banding ke Bapenda Sulsel

MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur melakukan kunjungan kerja/studi banding ke Bapenda Sulsel di Jl AP Petta Rani Makassar, Rabu (2/8). Rombongan Bapenda Jatim diterima oleh Kabid Pembinaan dan Pengawasan Moh Hasan MH didampingi sejumlah pejabat terkait Bapenda Sulsel.

Pimpinan rombongan, Kabid Pengendalian dan Pembinaan Bapenda Jatim, M Yusran K, mengatakan, kunjungan dilakukan terkait dengan implementasi dan evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) admnistrasi pemerintahan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 52 tahun 2011 tentang SOP di Lingkungan Pemprov dan kabupaten/kota.

“Kunjungan studi banding ini dalam rangka updating dan evaluasi dokumen SOP administrasi pemerintahan pasca perubahan struktur organisasi perangkat daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang pernagkat daerah,” katanya.

Kabid Pembinaan dan Pengawasan Moh Hasan MH mengatakan kunjungan ini merupakan kunjungan saling mengisi dan saling belajar antara Bapenda Sulsel dan Bapenda Jatim.

Ikut dalam rombongan Bapenda Jatim adalah Kasi Analisa dan Pelaporan Anang Nurbaiquni dan Kasi Penyusunan Program Endy Alim serta sejumlah staf.(alim)

Tana Toraja Raup DBH Rp 16 M Dari Provinsi Sulsel

MAKALE – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  Sulsel Drs H Tautoto Tana Ranggina M.Si didampingi Kepala UPT Pendapatan Wilayah Tana Toraja Luciana Tiku Saalino, M.Si membuka sosialiasi pajak daerah di Hotel Sangalla’ Makale, Rabu (2/8). Hingga semester satu Pemkab Tana Toraja sudah mendapat dana bagi hasil sebesar Rp 16.965.571.927 dari Provinsi Sulsel.

Tautoto mengatakan, sosialisasi tersebut dilaksanakan di 24 kabupaten/kota di Sulsel termasuk di  Kota Tana Toraja. Pada hari yang sama akan digelar sosialisasi pajak serupa di Toraja Utara.

Dalam pemaparannya, mantan Plt Bupati Toraja Utara ini menjelaskan sejumlah progam unggulan di Samsat Tana Toraja. Program unggulan tersebut untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam membayar pajak.

Program unggulan tersebut antara lain Gerai Samsat Makale Utara, samsat delivery, Sistem Informasi Pajak Daerah (Sipada), dan masih banyak lagi. “Sekarang ini wajib pajak bahkan sudah bisa mengetahui pajak kendaraan bermotor melalui SMS atau twitter,” katanya.

Mantan Plt Bupati Soppeng ini menjelaskan, samsat hanya mengurus lima pajak yakni pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan, pajak bahan bakar, pajak rokok dan pajak air permukaan (PAP).

Dana pajak bagi hasil khusus pajak motor yakni 70 persen untuk provinsi dan 30 persen untuk daerah, tapi kalau BBM 30 persen untuk provinsi dan 70 persen untuk daerah. Sementara PAP hasilnya dibagi dua yakni 50 provinsi dan 50 kabupaten. Untuk pajak rokok provinsi hanya menerima 30 persen sementara provinsi menerima 70 persen.

Dari pemungutan pajak tersebut daerah juga mendapatkan bagian yang jumlahnya bervariasi. Hingga Juni 2017 ini, dana bagi hasil yang diterima Pemkab Tana Toraja dari Bapenda Sulsel sebesar  Rp 16.965.571.927.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Tana Toraja Luciana Tiku Saalino mengatakan, tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan pengetahuan kepada wajib pajak tentang pemungutan dan pemanfaatan pajak di Tana Toraja.

“Sosialisasi ini untuk memperkenalkan pajak dan layanan unggulan, sehingga wajib pajak bisa mengetahui cara membayar pajak dan penggunaan pajak tersebut,” ujarnya.

Sosialisasi pajak daerah ini diikuti sekitar  100 peserta dari Makale dan sekitarnya. Pemateri lain dalam sosialisasi pajak daerah ini adalah Polres Tana Toraja dan dari Jasa Raharja Tana Toraja. (alim)

Dana Bagi Hasil Parepare 19,5 M

PAREPARE – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  Sulsel Drs H Tautoto Tana Ranggina M.Si didampingi Kepala UPT Pendapatan Wilayah Parepare Asruddin Dahlan SE, membuka sosialiasi pajak daerah di Hotel Pare Wisata Kota Parepare, Selasa (1/8).

Tautoto mengatakan, sosialisasi tersebut dilaksanakan di 24 kabupaten/kota di Sulsel termasuk di  Kota Parepare. Beberapa jam sebelumnya, sosialisasi serupa juga digelar di Barru.

Dalam pemaparannya, mantan Plt Bupati Toraja Utara ini menjelaskan sejumlah progam unggulan di Bapenda Sulsel untuk meningkatkan PAD Provinsi Sulsel.

Program unggulan tersebut antara lain gerai pajak di Lakessi, samsat dilevery, Sistem Informasi Pajak Daerah (Sipada), dan masih banyak lagi. “Sekarang ini wajib pajak bahkan sudah bisa mengetahui pajak kendaraan bermotor melalui SMS atau twitter,” katanya.

Mantan Plt Bupati Soppeng ini menjelaskan, samsat hanya mengurus lima pajak yakni pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan, pajak bahan bakar, pajak rokok dan pajak air permukaan (PAP).

Dana pajak bagi hasil khusus pajak motor yakni 70 persen untuk provinsi dan 30 persen untuk daerah, tapi kalau BBM 30 persen untuk provinsi dan 70 persen untuk daerah. Sementara PAP hasilnya dibagi dua yakni 50 provinsi dan 50 kabupaten. Untuk pajak rokok provinsi hanya menerima 30 persen sementara provinsi menerima 70 persen.

Dari pemungutan pajak tersebut daerah juga mendapatkan bagian yang jumlahnya bervariasi. Hingga Juni 2017 ini, dana bagi hasil yang diterima Kota Parepare Rp 19.522.074.971.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Kota Parepare Asruddin Dahlan SE mengatakan tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan pengetahuan  kepada wajib pajak di Kota Parepare.

“Sosialisasi ini untuk memperkenalkan pajak dan layanan unggulan, sehingga wajib pajak bisa mengetahui hak dan kewajibannya pada negara.

Sosialisasi pajak daerah ini diikuti sekitar  100 peserta dari empat kecamatan di Parepare.

Pemateri lain dalam sosialisasi pajak daerah ini adalah Polres Parepare dan dari Jasa Raharja Parepare. (alim)

 

 

 

Dua Hari Operasi, Samsat Bantaeng Jaring  53 Kendaraan

WATAMPONE – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Bone menggelar operasi penertiban kendaraan yang belum melakukan pendaftaran ulang kendaraan bermotor, Senin-Selasa (31/7-1/8).

Dalam operasi tersebut ditertibkan 53 kendaraan yang belum membayar pajak tahunan dalam operasi yang berlangsung di Jalan Pahlawan (Poros Bantaeng-Jeneponto).

Pada hari pertama berhasil dijaring 22 kendaraan dan hari ini 31 kendaraan, total ada 53 kendaraan yang ditertibkan.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Bone Florenswaty Mekka, SE, MM mengatakan, penertiban ini dilakukan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat Bantaeng untuk membayar pajak kendaraan.

“Terkadang karena kesibukannya masyarakat lupa membayar pajak kendaraan, karenanya kami mengingatkan kembali masyarakat melalui operasi penertiban ini,” ujarnya, Selasa (1/8).

Kepala Seksi Pendataan dan Penagihan Nurdin Rahman SE., M.Si, menambahkan, dari 53 kendaraan yang terjaring sebanyak 14 unit yang langsung membayar di tempat pada dua hari operasi penertiban tersebut.(ilham)

Di Barru, Kepala Bapenda Sosialisasikan Layanan Unggulan

BARRU — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel, Drs. H. Tautoto TR, M.Si, Selasa (1/8) membawakan materi sekaligus membuka sosialisasi pajak daerah di Gedung STIA Al Ghazali Kabupaten Barru.

Dalam sosialisasi ini, kepala bapenda menampilkan sejumlah layanan unggulan Samsat Barru yang bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Layanan unggulan tersebut yakni samsat link, gerai samsat, samsat drive thru, samsat keliling, samsat delivery, e-Samsat bekerja sama Bank Sulselbar  hingga SMS info pajak kendaraan bermotor

Sosialisasi ini dihadiri juga Kepala UPT Pendapatan Samsat Wilayah Barru Dra Yustiati Yusuf SE, M.Si,               Plt. Kasatlantas Polres Barru AKP Baharuddin HS, dan Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah H Burhanuddin, SH.

Di depan 100-an peserta yang beasal dari berbagai latar belakang, Kepala Bapenda menjelaskan jenis pajak yang dikelola Bapenda Sulsel, antara lain, pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak rokok, pajak air permukaan, pajak bahan bakar, dan bea balik nama kendaraan bermotor.

“Semua pajak yang dipungut tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat Barru melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan kesehatan atau pendidikan,” kata mantan Plt Bupati Soppeng ini.

Dalam kesempatan itu, Tautoto mengajak masyarakat Barru untuk aktif membayar pajak karena akan memacu percepatan pembangunan daerah.

Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah, lanjutnya,    adalah aktif melakukan  sosialisasi kepada masyarakat wajib pajak.

Hingga Mei 2017, dana bagi hasil yang diterima Pemkab Barru dari Bapenda Sulsel adalah Rp 8.371.319.910.(alim)

3 Hari, Samsat Makassar I Jaring 300 Kendaraan

MAKASSAR – Samsat Makassar I Wilayah Selatan menggelar operasi penertiban kendaraan selama tiga hari pada pertengahan Juli 2017. Dalam operasi tersebut, Samsat Makassar I Wilayah Selatan menjaring sekitar 300 kendaraan unit bermotor.

Kepala Samsat Makassar I Wilayah Selatan, H. Harmin SE, MM, Senin (31/7), mengatakan, operasi penertiban tersebut  digelar di tiga tempat berbeda yakni di depan Kantor Kelurahan Barombong, Jl Sultan Alauddin Makassar, dan di Jl Hertasing Makassar.

Di Barombong, tim samsat Makassar yang dibantu Satlantas Polda Sulsel berhasil menjaring 80 kendaraan yang tak membayar pajak, sementara di Jl Sultan Alauddin dijaring 106 unit, sementara di Jl Hertasning Makassar berhasil ditemukn  120 unit kendaraan yang belum membayar pajak.

“Total ada sekitar 300 unit kendaraan yang kami jaring dalam razia tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, operasi untuk mencari  penunggak pajak kendaraan bermotor ini  dilaksanakan rutin hampir setiap bulan sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah.

“Metodenya mirip razia atau sweeping kendaraan bermotor. Tapi fokusnya yakni penjaringan kendaraan yang pajaknya sudah tidak berlaku,” kata Harmin.

Dalam operasi itu, Samsat Makassar menyiapkan samsat keliling untuk melayani wajib pajak yang ingin membayar di tempat.

Harmin mengatakan, kesadaran masyarakat terkait kewajiban membayar pajak dan ancaman denda dari tahun ke tahun semakin baik. Buktinya, terjadi peningkatan pembayaran oleh wajib pajak.(kiblat)

3 Jam Bapenda Kumpulkan 22 Kantong Darah

MAKASSAR –  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel menggelar donor darah di halaman parkir kantor Bapenda Jl AP Petta Rani Makassar, Senin (31/7). Dalam tiga jam panitia berhasil mengumpulkan 22 buah kantong darah.

“Pada  donor darah ini kami mengumpulkan 22 buah kantong darah yang berasal dari pegawai bapenda, samsat pembantu, dan waib pajak,” kata Hasniati, petugas dari PMI Makassar.

Meski berlangsung singkat, hanya sekitar tiga jam, PMI Makassar berhasil mengumpulkan 22 kantong darah. Karenanya ia sangat mengapresiasi kepada Bapenda Sulsel atas kepeduliannya dalam donor darah.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Bapenda Sulsel atas tingginya animo pegawai Bapenda Sulsel dalam berdonor darah,” katanya.

Dari pantauan redaksi bapendasulsel, banyak pegawai yang ingin melakukan donor darah namun ditolak oleh dokter karena dinyatakan tidak layak.

Penyebabnya antara lain, mengonsumsi obat beberapa jam sebelumnya, tekanan darah rendah, dan masih banyak lagi.

Donor darah ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 72.(alim)

UPT Pangkep Dapat Bantuan Samkel dari Pemkab  

PANGKEP – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Wilayah Pangkep mendapatkan bantuan satu unit kendaraan operasional dari Pemkab Pangkep.

Kendaraan tersebut nantinya akan digunakan menjadi samsat keliling yang beroperasi di wilayah pangkep. Diharapkan kendaraan berstatus pinjam pakai   tersebut dapat meningkatkan pendapatan UPT Pangkep yang akan berdampak pada dana bagi hasil (DBH) yang akan diterima UPT Pangkep.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara UPT Pendapatan Wilayah Pangkep dipimpin Kepala UPT Pangkep Wahyuni Amir, S.Sos dengan Sekretaris Pemerintah Kabupaten Pangkep, Drs. H. Efendi Kasmin M.Si, Senin (31/7), di ruang kerja sekeretaris kabupaten.

 “Kami sangat mengapresiasi bantuan ini, Kendaraan ini sangat penting bagi kami untuk mendukung operasional kami di lapangan,” ujarnya. Ia berharap bantuan kendaraan ini akan diterima sebelum 17 Agustus.

Dalam pertemuan tersebut, Wahyuni juga sempat menyinggung soal banyaknya  kendaraan dinas milik Pemkab Pangkep yang belum melakukan pembayaran pajak tahunan.

Pemkab Pangkep berjanji segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan tunggakan kendaraan dinas pada UPT Pendapatan Wilayah Pangkep.

Atas kerja keras UPT Pangkep, Pemkab Pangkep turut menikmati dana bagi hasil (DBH) yang cukup besar. Hingga Mei 2017, Pemkab Pangkep akan  menerima dana bagi hasil Rp 10.261.018.607. DBH tersebut berasal dari pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea balik nama, air permukaan, dan pajak rokok.

“Dana bagi hasil ini masih akan terus bertambah, untuk itu diperlukan apresiasi dari Pemkab Pangkep agar penerimaan pajak dapat lebih maksimal,” tutupnya.(alim/kiblat)

 

 

 

Samsat Pangkep Cari Kendaraan Menunggak di Smansa

MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Wilayah Pangkep, Senin (31/7), menyisir kendaraan yang terparkir di halaman SMA Negeri 1 Pangkep untuk mengecek apakah sudah membayar pajak atau belum.

“Pada hari ini kami fokus menggelar sosialisasi pajak di Smansa Pangkep untuk mencari kendaraan yang tidak mendaftar ulang. Kami sengaja fokus di Smansa karena jumlah kendaraan di sini sangat banyak,” kata Kepala UPT Pangkep Wahyuni Amir, S.Sos.

Ia mengatakan, pihaknya sengaja mencari kendaraan tak bayar pajak di pusat keramaian untuk mengefektifkan kerja petugas Samsat Pangkep.

“Kami selalu menyasar tempat keramaian seperti pasar, pemukiman padat, perkantoran, dan kali ini kami mengunjungi SMA Negeri 1 Pangkep yang siswanya banyak membawa kendaraan bermotor,” katanya.

Ia menambahkan, dalam kunjungan tersebut terdata puluhan kendaraan roda dua dan empat yang belum membayar pajak kendaraan atau melakukan pendaftaran ulang.

Atas kerja keras UPT Pangkep, Pemkab Pangkep turut menikmati dana bagi hasil (DBH) pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 9,3 miliar pada tahun 2016. Dana tersebut telah diterima Pemkab Pangkep.(alim/rusli)

Sambut HUT RI, Kantor Bapenda Bersolek

MAKASSAR – Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel di Jl AP Petta Rani Makassar bersolek menyambut HUT RI ke-72 yang jatuh pada 17 Agustus 2017.

Untuk memeriahkan hari jadi Indonesia, kantor Bapenda Sulsel dipercantik dengan hadirnya umbul-umbul dan bendera merah putih yang menghiasi kantor.

Kepala Bapenda Sulsel Drs H. Tautoto TR, M.Si juga meminta agar semua pegawai terlibat dalam menjaga kebersihan kantor. “Kebersihan kantor adalah tanggungjawab kita bersama. Dengan memperingati HUT RI ke-72 ini mari kita tingkatkan kepedulian kita dengan menjaga kebersihan kantor,” katanya, Senin (31/7).

Selain kantor pusat, 25 UPT Bapenda Sulsel yang tersebar di 24 kabupaten juga bersolek dan dipercantik  untuk memeriahkan HUT RI ke-72.(ilham)