Razia di Tanjung Bunga Samsat Makassar Kumpul Pajak Rp 118 Juta

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan kembali mencari penunggak pajak kendaraan di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, Rabu 30 Oktober 2019. Razia hari kedelapan dipimpin Kepala UPT Makassar I Selatan Bustanul Arifin.

Saat razia, petugas Kepolisian dari Polrestabes Makassar menyita lima unit sepeda motor yang pengendaranya tidak dilengkapi dengan bukti-bukti kepemilikan seperti STNK serta SIM. Sepeda motor itu kini diamankan di Polrestabes Makassar.

Dalam razia ini petugas menemukan 119 unit kendaraan bermotor yang belum membayar pajak terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 64 unit dan roda empat sebanyak 55 unit.

Kepala UPT Makassar I Selatan Bustanul Arifin mengatakan, dalam razia tersebut sebanyak 55 unit kendaraan bermotor memilih membayar pajak di tempat yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 24 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 28 unit.

Dari 55 unit kendaraan tersebut, pajak yang masuk ke kas Pemprov Sulsel sebanyak Rp 118.056.653 unit yang berasal dari pembayaran pajak kendaraan Makassar senilai Rp 90.514.029dan kendaraan luar Makassar senilai Rp 27.542.625.

Bustanul menegaskan pihaknya akan terus menggelar razia pajak hingga Desember 2019 untuk mengingatkan wajib pajak agar membayar pajak tepat waktu.

Ia menambahkan, pajak yang dibayarkan tersebut akan digunakan untuk membangun program Pemprov Sulsel seperti infrastruktur, membiayai program kesehatan, dan lainnya.(*)

Samsat Makassar I Tilang 58 Kendaraan, 1 Mobil Diamankan

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan kembali mencari penunggak pajak kendaraan di Jalan Penghibur Makassar, Senin 28 Oktober 2019. Razia hari keenam dipimpin Kepala UPT Makassar I Selatan Bustanul Arifin.

Dalam razia ini petugas menemukan 104 unit kendaraan bermotor yang belum membayar pajak terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 39 unit dan roda empat sebanyak 65 unit.

Sebanyak 58 unit kendaraan bermotor ditilang karena tidak dapat memperlihatkan SIM, STNK, atau menunggak pajak kendaraan.  Petugas terpaksa menilang empat  unit sepeda motor dan satu unit mobil karena berbagai sebab. Kendaraan itu kini diamankan di Polrestabes Makassar.

Bustanul mengatakan, sebanyak 46 unit kendaraan bermotor memilih membayar pajak di tempat yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 18 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 28 unit.

Pajak yang masuk ke kas Pemprov Sulsel sebanyak Rp 83.967.460 yang berasal dari pembayaran pajak kendaraan Makassar senilai Rp 44.860.420 dan kendaraan luar Makassar senilai Rp 39.107.040.

Bustanul menegaskan pihaknya akan terus menggelar razia pajak hingga Desember 2019.(*)

https://www.instagram.com/p/B4Jnfa8nK6u/

Weekend, Samsat Makassar I Cari Kendaraan Menunggak di Mall

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan mencari penunggak pajak kendaraan di Mall Ratu Indah (MaRI) Makassar, Sabtu 26 Oktober 2019 mulai pukul 10.00-17.00.

Selama menggelar operasi pencarian kendaraan menunggak pajak, petugas menemukan 151 unit kendaraan roda empat yang menunggak pajak kendaraan. Razia ini dipimpin Kepala UPT Makassar I Selatan Bustanul Arifin.

Sebanyak Sembilan unit kendaraan langsung membayar pajak di tempat senilai Rp 10.463.310.

Bustanul Arifin mengatakan pencari kendaraan menunggak pajak ini akan dilakukan terus di setiap weekend di sejumlah mall di Makassar.(*)

https://www.instagram.com/p/B4FaqgPnvyv/

Razia Lagi, Samsat Mappanyukki Kumpulkan Rp 91 Juta

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan atau Samsat Mappanyukki kembali menggelar razia pajak kendaraan bermotor (PKB), Jumat (18/10). Razia melibatkan Satlantas Polrestas Makassar, Jasa Raharja, dan Polisi Militer ini mengumpulkan pajak kendaraan senilai Rp 91 juta lebih.

Razia PKB ini berlangsung selama setengah hari di Jalan Sultan Alauddin Makassar, terjaring sebanyak 77 unit kendaraan yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 17 unit dan roda empat sebanyak 60 unit.

Petugas juga menilang 59 unit kendaraan yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 24 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 35 unit. Sebanyak tiga unit kendaraan disita oleh petugas kepolisian sebagai barang bukti.

Kepala UPT Makassar I Selatan Bustanul Arifin mengatakan, sebanyak 31 pemilik kendaraan Makassar memilih membayar pajak di tempat senilai Rp 34.320.795 dan pemilik kendaraan luar Makassar  yang membayar di tempat senilai Rp 56.852.363 dengan total Rp 91.173.158.(*)

https://www.instagram.com/p/B3wQ2JsndxF/

Samsat Makassar Razia, Kumpulkan Rp 76 Juta

 

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan atau Samsat Mappanyukki kembali menggelar razia pajak kendaraan bermotor (PKB), Senin (14/10). Razia melibatkan Satlantas Polrestas Makassar, Jasa Raharja, dan Polisi Militer ini mengumpulkan pajak kendaraan senilai Rp 76 juta lebih.

Razia PKB ini berlangsung selama setengah hari di Jalan Sultan Alauddin Makassar, terjaring sebanyak 86 unit kendaraan yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 11 unit dan roda empat sebanyak 75 unit.

Dari 86 unit yang dirazia, sebanyak 35 unit kendaraan memilih membayar di tempat dengan total sebanyak Rp 76.961.723.

Petugas terpaksa menilang 51 unit kendaraan yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 25 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 26 unit, kata Kasi Pelayanan UPT Makassar I Selatan Makmur.

Petugas juga menemukan enam unit kendaraan yang menggunakan plat gantung dan seorang pemilk kendaraan yang membawa senjata tajam.(*)

 

Razia Lagi, Samsat Mappanyukki Jaring 112 Kendaraan

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan atau Samsat Mappanyukki kembali menggelar razia pajak kendaraan bermotor Kamis (22/8) di Jalan Sultan Alauddin Makassar, sejak pagi hingga siang.

Dalam penertiban itu, petugas berhasil menjaring 112 kendaraan yang belum membayar pajak yang terdiri dari kendaraan roda dua 25 unit dan roda empat 87 unit.

Dari 112 kendaraan, sebanyak 44 unit kendaraan memilih membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di tempat senilai Rp 90.220.225 yang berasal dari pembayaran kendaraan roda dua sebanyak 14 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 30 unit.

Kepala UPT Makassar I Selatan, Bustanul Arifin, mengatakan, razia ini dibantu Satlantas Polwiltabes Makassar dan Jasa Raharja Makassar. Dalam penertiban petugas juga menemukan empat unit kendaraan yang menggunakan plat gantung.

“Saat penertiban petugas menilang 57 unit kendaraan dan mengamankan dua unit kendaraan roda dua karena tidak dapat memperlihatkan surat-surat kendaraan,” katanya.

Bustanul mengimbau masyarakat yang belum membayar pajak agar segera membayar pajaknya agar terhindar dari razia yang akan terus digelar oleh samsat.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan tersebut akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Razia ini akan terus digelar beberapa waktu ke depan di seluruh Sulsel. (*)

 

 

 

Samsat Mappanyukki Razia, 46 Kendaraan Ditilang, 3 Disita

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan atau Samsat Mappanyukki menggelar razia pajak kendaraan bermotor Selasa (20/8) di Jalan Letjen Hertasning Makassar, sejak pagi hingga siang.

Dalam penertiban itu, petugas berhasil mengumpulkan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 106.684.999 yang berasal dari pembayaran 51 unit kendaraan.

Razia tersebut dipimpin Kepala UPT Makassar I Selatan, Bustanul Arifin, dibantu Satlantas Polwiltabes Makassar dan Jasa Raharja Makassar.

Bustanul Arifin mengimbau masyarakat yang belum membayar pajak agar segera membayar pajaknya agar terhindar dari razia yang akan terus digelar oleh samsat.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan tersebut akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Pada razia ini, petugas menjaring total sebanyak 124 unit kendaraan yang tidak membayar pajak meski pada akhirnya 51 unit di antaranya memilih membayar pajak di tempat.

Petugas juga menemukan 14 unit kendaraan yang menggunakan plat gantung dan terpaksa menilang 46 unit kendaraan karena tidak dilengkapi dengan surat-surat.

“Petugas juga mengamankan 3 unit kendaraan roda dua yang kini diamankan di Polrestabes Makassar,” ujarnya.

Razia ini akan terus digelar beberapa waktu ke depan di seluruh Sulsel. (*)

 

3 Hari Razia Samsat Mappanyukki Kumpul Pajak Rp 251 Juta

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan atau Samsat Mappanyukki menggelar razia pajak kendaraan bermotor selama tiga hari mulai Rabu (31/7) hingga Sabtu (3/8) di Jalan Sultan Alauddin Makassar, sejak pagi hingga siang.

Dalam penertiban itu, petugas berhasil mengumpulkan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 251.415.767.

Razia selama tiga haris tersesut dipimpin Kepala UPT Makassar I Selatan, Bustanul Arifin, dibantu Satlantas Polwiltabes Makassar dan Jasa Raharja Samsat Makassar I Selatan ini.

Pada hari pertama petugas berhasil mengumpulkan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 38.730.728, hari kedua sebesar Rp 101.627.675, dan hari ketiga sebesar Rp 111.057.364.

Bustanul Arifin mengimbau masyarakat yang belum membayar pajak agar segera membayar pajaknya agar terhindar dari razia yang akan terus digelar oleh samsat.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan tersebut akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Razia ini akan terus digelar beberapa aktu ke depan. (*)

 

 

Samsat Mappanyukki Razia, 65 Unit Ditilang

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan atau Samsat Mappanyukki menggelar razia pajak kendaraan bermotor Rabu (31/7) di Jalan Sultan Alauddin Makassar, sejak pagi hingga siang.

Dalam penertiban itu, petugas berhasil menjaring 122 unit kendaraan yang belum membayar pajak yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 33 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 89 unit.

Razia ini dipimpin Kepala UPT Makassar I Selatan, Bustanul Arifin, dibantu Satlantas Polwiltabes Makassar dan Jasa Raharja Samsat Makassar I Selatan ini.

Dari 122 kendaraan yang dijaring, sebanyak 29 unit kendaraan membayar di tempat meliputi kendaraan roda dua sebanyak 19 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 10 unit dengan jumlah pajak yang masuk ke kas daerah sebesar Rp 38.730.728.

Bustanul Arifin mengimbau masyarakat yang belum membayar pajak agar segera membayar pajaknya agar terhindar dari razia yang akan terus digelar oleh samsat.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan tersebut akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Dalam razia itu, petugas kepolisian menemukan sebanyak 4 unit kendaraan  yang menggunakan plat gantung. Petugas juga menilang 65 unit kendaraan terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 40 unit kendaraan roda empat 25 unit.

Razia ini akan terus digelar hingga beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta melengkapi kendaraannya dengan surat-surat resmi.(*)

 

 

Urus Izin, Pajak Kendaraan Harus Lunas

MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan menggelar sosialisasi pajak daerah di Hotel Grand Celino Makassar, Rabu 10 Juli 2019. Terungkap, mulai 1 Juli 2019, pengusaha harus melunasi pajak kendaraannya jika ingin mengurus perizinan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulsel.

Demikian dikatan Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel Darmayani Mansyur yang membuka sekaligus membawakan materi pada sosialisasi pajak daerah tersebut. Kepala UPT Makassar I Selatan Bustanul Arifin bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut.

Menurut Yani, pengusaha yang ingin mengurus izin akan periksa tunggakan pajak kendaraannya dan harus dilunasi jika ingin mengurus perizinan. “Ini mulai berlaku 1 Januari 2019. Di DPMPTSP kami sudah menyiapkan loket samsat untuk melayani pembayaran pajak kendaraan,” ujarnya.

Sosialisasi yang dihadiri sekitar 100 peserta ini menghadirkan dua pembicara lainnya yakni Ipda Siswaji, Pamin I Subditregident Polda Sulsel dan Sabir dari Jasa Raharja. Diler kendaraan, mahasiswa, pemilik show room jual beli kendaraan, dan pengusaha kendaraan  juga hadir di sosialisasi tersebut.

Ia mengatakan,  sosialisasi pajak daerah ini digelar untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pajak yang dikelola Bapenda Sulsel. Informasi terkait aturan baru yang diberlakukan bapenda juga diungkapkan di acara tersebut.

Dijelaskan, pajak yang dikelola Provinsi Sulsel berbeda dengan pajak yang dikelola kabupaten/kota. Pajak tersebut adalah PKB yang ditujukan kepada pemilik kendaraan bermotor. Kemudian BBNKB yakni pajak atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor karena terjadinya perjanjian dua pihak karena jual beli.

Bapenda Sulsel juga mengelola pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yakni pajak atas penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan (PAP) yakni pajak atas pengambilan atau pemanfaatan air permukaan, serta pajak rokok, yaitu pungutan atas cukai rokok yang dipungut oleh pemerintah daerah.

Sementara pajak yang dikelola kabupaten/kota adalah pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan, serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Ia menambahkan, saat ini Bapenda Sulsel menggratiskan BBNKB penyerahan kedua mulai tahun buat 2015 ke bawah. Berlaku hingga Desember 2019.

Balik nama secara cuma-cuma ini diberikan kepada kendaraan bermotor angkutan umum orang yang akan mengubah status kepemilikannya dari perseorangan menjadi berbadan hukum yang memiliki izin penyelenggaraan angkutan  umum orang dalam trayek/tidak dalam trayek.

Bapenda Sulsel juga memberikan insentif pada wajib pajak berdasarkan peraturan gubernur nomor 14 tahun 2019 tentang insentif PKB dan BBNKB angkutan umum.

Insentif PKB  dan BBNKB untuk kendaraan bermotor angkutan umum orang ditetapkan sebesar 70 persen dari dasar pengenaan PKB. Sementara insentif PKB dan BBNKB untuk kendaraan bermotor angkutan umum barang ditetapkan sebesar 50 persen dari dasar pengenaan PKB.

“Ada syarat tertentu yang harus dipenuhi untuk mendapatkan insentif pajak tersebut, antara lain, bukan merupakan milik pribadi tapi milik perusahaan,” ujarnya.

Untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, lanjutnya, Bapenda Sulsel meluncurkan berbagai layanan antara lain pembayaran PKB melalui Indomaret, pembayaran PKB menggunakan mesin EDC / kartu debit, pembayaran PKB ATM Bank Sulselbar dan mobile banking Bank Sulselbar.

Juga sudah bisa pembayaran pajak link yakni pajak daerah lain bisa dibayarkan di daerah lain, pelayanan melalui gerai, drive thru, samsat keliling, samsat lorong, dan masih banyak lagi.(*)