Samsat Makassar Jaring 105 Kendaraan Tunggak Pajak

Makassar – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Unit Satlantas Polrestabes Makassar, dan Jasa Raharja Makassar menjaring 105 kendaraan yang tidak membayar pajak kendaraan saat menggelar razia pajak, Selasa (26/2), di Jalan Hertasning Makassar.

Razia yang berlangsung sejak 09.00 hingga pukul 12.00 menjaring 105 unit kendaraan yang tidak membayar pajak kendaraan meliputi kendaraan roda dua sebanyak 16 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 89 unit.

Kepala UPT Pendapatan Makassar I Selatan Harmin Hamid mengatakan, dari 105 kendaraan yang terjaring sebanyak 11 unit kendaraan memilih membayar pajak di samsat keliling yang menyertai operasi tersebut.

“Dari 105 kendaraan yang terjaring, yang membayar di tempat sebanyak 11 unit yakni kendaraan roda dua tiga unit dan kendaraan roda empat sebanyak delapan unit senilai Rp 45.517.678,” kata Harmin.

Selain itu, petugas juga menemukan sepuluh buah kendaraan yang menggunakan plat gantung dan tidak sesuai dengan plat standar yang dikeluarkan samsat.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menggelar penertiban pajak kendaraan untuk mengingatkan wajib pajak agar rutin membayar pajak setiap tahun.

 

 

Samsat Makassar Segera Hadir di Mal

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berencana mengadakan pelayanan semua perizinan dan pembayaran pajak melalui sistem satu pintu dalam mal pelayanan publik. Bapenda Sulsel mendukung dan siap membuka pelayanan samsat.

Sistem satu pintu ini konsepnya berbeda dari pelayanan yang ada, dimana dua pelayanan sekaligus berada di satu lokasi, yakni pelayanan berbagai perizinan dan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB).

Tak hanya itu konsep pelayanannya pun jauh dari suasana kantor. Kali ini pelayanan yang dihadirkan akan berlangsung di pusat perbelanjaan atau di mall.

“Mohon doanya. Dalam waktu dekat ini kita akan buka pelayanan di mal. Pelayanan perizinan dan pembayaran pajak diadakan di mal,” ujar Dirut Perusda Sulsel, Taufik Fahcruddin, Rabu (13/2/2019).

Menurut Taufik, untuk menyukseskan program ini, tiga lembaga di Pemprov Sulsel menjajaki kerjasama, di antaranya Perusda Sulsel (Perusahaan Daerah Sulsel), Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulsel, PTSP (Pusat Terpadu Sistem Pelayanan) Sulsel, dan Biro Ortala (Organisasi Tata Laksana) Sulsel.

Ada tiga lokasi opsi tempat berdirinya mal pelayanan satu pintu, di antaranya gedung Latanete Plaza Jl Sungai Saddang, dedung pelatihan di Jalan Dr Sam Ratulangi, dan gedung di CCC Jl Metro Tanjung Bunga yang semuanya merupakan asset Pemrpov Sulsel.

Sementara itu, Tim Ahli Gubernur, Prof Sangkala mengatakan, pelayanan di mal untuk memudahkan masyarakat memperoleh perizinan dan mebayar pajak.

“Tentu kita ketahui bersama, hadirnya pelayanan di pusat perbelanjaan bisa menghadirkan suasana baru dan rehat sejenak di mal. Bedalah suasana di kantor dan di mal,” ujar Prof Sangkala.

Pelayanan di mall ini tentunya tidak sekedar memudahkan pelayanan, tapi juga akan meningkatkan ekonomi di pusat layanan tersebut.

“Jadi ke mal, tidak hanya mengurus perizinan tapi juga bisa belanja dan nyantai bareng keluarga. Aktivitas jual dan membeli ini kan arahnya ke peningkatan perekonomian di mal,” katanya.

Pelayanan perizinan di mal dan bayar pajak juga hadir di Surabaya, Jakarta, dan Bekasi.

Terpisah, Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan Harmin Hamid mengatakan, pihaknya sudah siap membuka pelayanan pembayaran pajak kendaraan di mal.

“Alhamdulilah saat ini kami sudah melakukan persiapan. Kami sudah melakukan pelatihan SDM maupun menyiapkan peralatan pendukung samsat,” katanya.

Menurutnya memberikan pelayanan di mal adalah ide yang sangat dahsyat, pasalnya suasana pelayanan jauh dari suasana kantor pemerintah sehingga masyarakat menjadi lebih tenang dalam mengurus izin atau membayar pajak.

Ia berharap pelayanan di mal bisa meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pembayaran pajak kendaraan.(*)

Samsat Makassar OTT di Mall

Makassar – Ratusan mobil milik pengunjung Mall Panakukang Square kena Operasi Tempel Tempel (OTT) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan, Ahad (23/12/2018).

Kepala UPT Pendapatan Makassar I, Harmin Hamid mengatakan OTT tersebut merupakan salah satu trobosan yang dilakukan untuk mengingatkan para pemilik kendaraan untuk segera membayar pajak kendaraan.

Dia juga mengatakan OTT yang disebut juga Samsat Sipakainge dilakukan di parkiran Mall Panakukang Square. “Surat tagihan pajak kami pasang di kendaraan yang menunggak pajak yang ada di parkiran,” katanya.

Dia menambahkan dalam operasi tersebut pihaknya berhasil menempel 500 surat tagihan pajak kendaraan yang terparki di parkiran Mall Panakukang Square.

“Ada 500 lembar yang kami tempel di kendaraan yang nunggak pajak tapi banyak juga yang membayar di tempat di Samsat Keliling yang ikut serta dalam operasi tersebut,” tambahnya. (*)

Samsat Makassar Razia, 50 Ditilang

Makassar – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan dan UPT Pendapatan Wilayah Makassar II Utara, Rabu (19/12), kembali menggelar razia pajak kendaraan bermotor (PKB) didampingi Satlantas Polrestabes Makassar di Jalan Hertasning Makassar.

Kepala UPT Makassar I Selatan Harmin Hamid mengatakan, petugas juga menilang 50 unit pemilik kendaraan karena tidak membawa kelengkapan kendaraan seperti SIM dan STNK yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 24 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 26 unit.

Harmin mengatakan, kendaraan tidak membayar pajak yang terjaring sebanyak 186 unit, terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 27 unit kendaraan roda empat sebanyak 85 unit.

Menurut Harmin, sebanyak 78 unit kendaraan membayar pajak di samsat keliling yang dihadirkan pada penertiban tersebut yang terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 41 unit dan roda empat sebanyak 36 unit senilai Rp 190.517.285.

Ia menambahkan, razia akan digelar hingga beberapa hari ke depan untuk mengingatkan pelanggan samsat agar membayar pajak kendaraan tepat waktu.(*)

 

 

 

Samsat Mappanyukki Razia, 41 Ditilang

Makassar – Sebanyak 41 kendaraan bermotor ditilang oleh petugas Satlantas Polrestabes Makassar dalam operasi gabungan bersama Samsat Makassar I Selatan atau Samsat Mappanyukki, Senin (17/2/18), di Jalan Hertasning Makassar.

Petugas juga menyita dan mengamankan empat unit sepeda motor ke Kantor Satlantas Polrestabes Makassar karena tidak dilengkapi dengan surat-surat. Kendaraan tersebut juga tidak dilengkapi dengan kelengkapan standar untuk berlalulintas.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan, Harmin Hamid, mengatakan, pada razia tersebut pihaknya juga berhasil mengumpulkan pajak kendaraan sebesar Rp 137.738.088 yang berasal dari pembayaran pajak 93 unit sepeda motor dan 39 unit roda empat.

Ia menambahkan, jumlah keseluruhan kendaraan yang terjaring sebanyak 153 unit, termasuk ditemukannya 13 kendaraan yang menggunakan  plat gantung atau tidak sesuai standar.

“Pada penertiban pajak kali ini kami turun full tim, selain dibantu petugas Satlantas Makassar dan Jasa Raharja, kami juga dibantu tim dari kantor pusat bapenda,” ujar Harmin usai penertiban pajak di Jalan  Hertasning Makassar.

Ditambahkannya, Samsat Makassar I dan II akan terus menggelar penertiban pajak kendaraan hingga akhir tahun untuk mengingatkan wajib pajak agar membayar pajak kendaraan tepat waktu.(*)

Samsat Mappanyukki Raup PKB Rp 157 Juta di Hertasning

MAKASSAR– Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I atau Samsat Mappanyukki kembali menggelar penertiban pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jalan Hertasning, Selasa (11/12/2018).

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan, H. Harmin Hamid yang memimpin penertiban tersebut mengatakan bahwa penertiban dilakukan untuk menjaring kendaraan yang belum membayar pajak.

Ia mengingatkan agar wajib pajak segera membayar pajak, utamanya yang sudah denda tahunan. Jika mangkir, kendaraan wajib pajak bisa ditilang bahkan bisa dihapus dari daftar kendaraan di samsat.

Dalam penertiban tersebut, lanjut Harmin, petugas berhasil menjaring 112 unit kendaraan. Sebanyak 46 di antaranya ditilang dan empat unit kendaraan disita oleh petugas dari Satlantas Polrestasbes Makassar.

“Dari penertiban ini, banyak pemilik kendaraan yang memilih membayar pajak di tempat senilai Rp 157.537.061,” katanya didampingi petugas kepolisian dan Jasa Raharja Makassar.

Harmin menambahkan, petugas juga berhasil mengamankan enam pasang plat gantung yang tidak sesuia dengan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).

Ia menegaskan, Samsat se-Sulsel tidak membuat kebijakan penghapusan denda PKB. Kalaupun ada penghapusan denda atau pemutihan pajak, ia pastikan itu di daerah lain, bukan di Sulsel.

Harmin Hamid menambahkan, penertiban akan kembali digelar hingga akhir Desember. Penertiban pada Selasa hari ini juga berlangsung di sejumlah kabupaten/kota, antara lain di Gowa, Pangkep, Enrekang, Maros, dan Toraja Utara.(*)

Samsat Mappanyukki Raup PKB Rp 74 Juta di Hertasning

MAKASSAR– Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I atau Samsat Mappanyukki kembali menggelar penertiban pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jalan Hertasning, Kamis (29/11/2018).

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan, H. Harmin Hamid yang memimpin penertiban tersebut mengatakan bahwa penertiban dilakukan untuk menjaring kendaraan yang belum membayar pajak.

Dalam penertiban tersebut, lanjut Harmin Hamid petugas berhasil menjaring 68 unit kendaraan yang belum membayar pajak yang terdiri dari roda dua 14 unit dan roda empat 54 unit.

“Dimana yang membayar ditempat sebanyak 14 unit kendaraan yang meliputi roda dua 5 unit dan roda empat 9 unit dengan nominal pajak yang masuk sebesar Rp 74.508.658,” katanya.

Sementara itu, sebanyak 23 pemilik kendaraan tilang di tempat dikarenakan tidak membawa kelengkapan kendaraan seperti SIM dan STNK. Roda dua sebanyak 15 unit dan roda empat 8 unit.

Penertiban yang melibat Polwiltabes Makassar dan Jasa Raharja Kota Makassar tersebut berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa kendaraan roda dua 1 unit, roda empat 2 unit dan plat gantung 9 buah.

Harmin Hamid juga menambahkan bahwa penertiban akan kembali digelar Senin mendatang di tempat yang masih dirahasiakan. Hal tersebut dilakukan agar pemilik kendaraan tidak mengihindari lokasi penertiban.(*)

 

 

Samsat Makassar Gelar Penertiban Pajak, 37 Ditilang

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan menggelar penertiban pajak kendaraan Selasa (27/11) di Jalan Boulevard Makassar.

Pada penertiban ini petugas menjaring 77 unit kendaraan karena berbagai alasan. Dari jumlah tersebut sebanyak 14 unit kendaraan membayar pajak di tempat senilai Rp 36.802.955.

Sebanyak 67 unit kendaraan ditemukan belum membayar pajak sementara batas akhir pembayaran pajak mereka telah lewat, kata Kepala UPT Makassar I Selatan Harmin Hamid.

Sebanyak 37 unit kendaraan juga ditilang oleh Petugas Lalu Lintas Polrestabes Makassar karena tidak membawa kelengkapan kendaraan seperti SIM dan STNK.

Penertiban ini didukung oleh Satlantas Polrestabes Makassar, Jasa Raharja Makassar, dan seluruh staf Samsat Makassar I. Ia menambahkan, Samsat Makassar I akan kembali melakukan penertiban kendaraan dalam waktu dekat di lokasi yang telah ditentukan. Hanya saja ia tidak mau menyembutnya karena khawatir jalan tersebut akan dihindari pengguna jalan.

Penertiban pajak kendaraan ini dilakukan untuk mengingatkan pemilik kendaraan bermotor di Makassar dan Sulsel agar membayar PKB-nya tepat waktu, kata Kepala UPT Pendapatan Makassar I Selatan Harmin Hamid.(*)

Samsat Mappanyukki Raih Penghargaan dari MenPAN

Jakarta – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel, meraih penghargaan Unit Penyelenggara Publik Kategori Baik tahun 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Selasa (27/11/2018), di Jakarta.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menpan-RB Syafruddin yang diterima Kepala UPT Makassar I Selatan Harmin Hamid.

Penghargaan ini merupakan bukti bahwa UPT Makassar I atau Samsat Mappanyukki terus melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini hanyalah bonus yang diberikan kepada kami. Yang utama adalah kami dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang membayar pajak di Samsat Mappanyukki,” katanya.

Harmin menyadari Samsat Mappanyukki belum dapat memuaskan semua pihak, namun ia berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak,” katanya.

“Bersama mitra, kami akan terus berusaha memperbaiki segala kekurangan dan akan kita tingkatkan demi kepuasan masyarakat,” ujar Harmin sesaat setelah menerima penghargaan.

Ia menambahkan, penghargaan diperoleh berkat arahan Kepala Bapenda Sulsel Tautoto TR yang tak kenal lelah memberikan semangat, motivasi, bahkan teguran.

Penghargaan Kategori Baik juga diterima Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung III Soekarno Hatta Provinsi Jawa Barat.  Sementara UPT Bapenda Serpong Provinsi Banten meraih Kategori Baik dengan catatan.(*)

 

Samsat Makassar Jaring 139 Kendaraan di Boulevard

Makassar – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan menggelar penertiban pajak kendaraan yang bergabung dengan operasi zebra, Senin (12/11) di Jalan Boulevard Makassar.

Pada penertiban ini petugas menjaring 139 unit kendaraan karena berbagai alasan. Sebanyak 67 unit kendaraan ditemukan belum membayar pajak sementara batas akhir pembayaran pajak mereka telah lewat, kata Kepala UPT Makassar I Selatan Harmin Hamid.

Sebanyak 46 unit kendaraan juga ditilang oleh Petugas Lalu Lintas Polrestabes Makassar karena tidak membawa kelengkapan kendaraan seperti SIM dan STNK.

Harmin menambahkan, sebanyak 25 unit pemilik kendaraan memilih membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di lokasi penertiban senilai Rp 59.903.475.

Penertiban ini didukung oleh Satlantas Polrestabes Makassar, Jasa Raharja Makassar, dan seluruh staf Samsat Makassar I. Ia menambahkan, Samsat Makassar I akan kembali melakukan penertiban kendaraan dalam waktu dekat di lokasi yang telah ditentukan. Hanya saja ia tidak mau menyembutnya karena khawatir jalan tersebut akan dihindari pengguna jalan.

Penertiban pajak kendaraan ini dilakukan untuk mengingatkan pemilik kendaraan bermotor di Makassar dan Sulsel agar membayar PKB-nya tepat waktu, katanya.(*)