Ratusan Kendaraan Mewah Makassar Tunggak Pajak

 

MAKASSAR –  Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Makassar I Selatan Harmin Hamid mengatakan ratusan kendaraan mewah di Makassar menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Tunggakannya ada yang sampai di atas lima tahun. Yang paling besar nilai tunggakannya sampai Rp250 juta lebih, banyak yang nilainya ratusan juta,” kata Harmin Hamid yang ditemui di Makassar, Senin (23/10).

Berdasarkan data UPT Samsat wilayah Kota Makassar tunggakan PKB khusus kendaraan mewah mencapai Rp137 miliar.

“Jenisnya beragam mulai dari Alphard Vellfire, Hummer hingga Mercedez-Benz S600 yang merupakan tipe kendaraan kepresidenan,” kata dia.

Menurut Harmin, pemilik kendaraan mewah terdiri atas pengusaha, oknum anggota dewan, istri bupati dan salah satu wakil bupati di Sulsel.

Salah satu penyebab pemilik kendaraan tersebut tak membayar pajak, kata dia, karena rata-rata pemiliknya berada di luar daerah.

“Seperti pengusaha yang kebanyakan berdomisili di Kalimantan dan Papua, sementara kendaraan tetap ada di Makassar,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan pemungutan pajak kendaraan mewah ini, pihaknya, kata dia, telah melayangkan surat pemberitahuan kepada wajib pajak.

“Diberikan waktu 14 hari untuk menyelesaikan tunggakan pajak tersebut, jika melewati batas waktu tersebut, petugas UPT Samsat akan memberikan surat teguran. Kalau ini juga tak diindahkan, petugas Samsat yang di dalamnya ada kepolisian akan melakukan penindakan langsung,” ujarnya.(TSI-Dai-Alim)

 

 

Samsat Makassar Cari Kendaraan Tak Bayar Pajak

MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Kamis (12/10), melakukan pendataan kendaraan yang belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).

Operasi pencarian kendaraan menunggak ini berlangsung di sejumlah jalan antara lain di Jalan Slamet Riyadi Makassar. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Seksi  Pendataan dan Penagihan,  H. Sumardi, S.Sos bersama tiga stafnya,  Baharuddin S.sos, Suyuti Syarif, dan Fachri.

Sumardi mengatakan, pihaknya berhasil mendata 19 unit kendaraan dengan jumlah tagihan pajak  sebesar Rp 94.268.555.

Selain mendata kendaraan, Sumardi juga memberikan pemahaman kepada sopir mobil rental untuk member tahu pemilik kendaraan agar membayar pajak kendaraan tepat waktu.(Tsi-Dai-Alim)

Bapenda Sulsel Bagikan DBH PKB, Makassar Terbesar, Selayar Terkecil

MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel telah menghimpun dan akan membagikan dana bagi hasil (DBH) pajak kendaraan bermotor (PKB) pada 24 kabupaten/kota di Sulsel. Pemkot Makassar paling besar menerima DBH dan Pemkab Selayar tercatat sebagai kabupaten yang menerima DBH terkecil.

Sejak Januari hingga Agutus tahun ini  Pemkot Makassar telah menerima Rp  66,283,138,175 sementara Selayar sebesar Rp  4,283,080,737.  Ini terjadi karena jumlah kendaraan di Makassar jauh lebih banyak dibanding daerah lain, apalagi di Selayar.

Pajak yang dikelola Bapenda Provinsi Sulsel terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan pajak Rokok.

Pemerintah kabupaten dan provinsi  menerima DBH dengan jumlah bervariasi. PKB dan BBNKB dialokasikan sebesar 30 persen untuk kabupaten/kota,  dana bagi hasil yang bersumber dari PBBKB dan Pajak Rokok juga dialokasikan sebesar 70 persen untuk kabupaten/kota. Sementara DBH Pajak Air Permukaan dialokasikan sebesar 50 persen untuk Kabupaten/Kota.

Total DBH Yang diterima Pemerintah Kota Makassar hingga Agustus 2017 sebesar Rp   209,017,628,897 sementara Pemkab Selayar menerima Rp  17,588,020,592.  Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga akhir tahun.(Tsi-Dai-Rusli)

 

Sabtu dan Minggu Samsat Makassar dan Torut Tetap Buka

MAKASSAR  – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar atau Samsat Makassar tetap buka pada hari Sabtu dan Minggu (23-24/9).  Wajib pajak dapat memanfaatkan hari libur ini untuk membayar pajak kendaraan. Samsat Toraja Utara juga buka untuk melayani wajib pajak.

“Pada hari Sabtu dan Minggu, 23-24 September, Samsat  tetap membuka pelayanan. Ini kami lakukan untuk memberikan kesempatan kepada wajib pajak yang bekerja pada hari Senin-Jumat untuk membayar pajaknya di kantor samsat atau melalui samsat keliling,” kata H Harmin SE MM, Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan, Jumat (22/9).

Harmin menjelaskan, pelayanan akan buka mulai pukul 08.00-15.00. Adapun pelayanan yang beroperasi melayani wajib pajak adalah Samsat Makassar I Selatan  di Jl Andi Mappanyukki Makassar dan Samsat Keliling di depan Kantor Samsat Makassar II Utara di Jl Pajjaiyyang Sudiang.

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar II Utara H Reza Faizal Saleh M.Si menambahkan, Kedai Samsat Bukit Khatulistiwa di Jl Perintis Kemerdekaan juga buka untuk melayani wajib pajak di sekitar Kecamatan Tamalanrea.

Khusus pada hari Minggu pelayanan hanya sampai pukul 12.00 saja karena jumlah wajib pajak pada hari tersebut biasanya tidak banyak.

Pada libur nasional memperingati tahun baru Islam 1 Muharram yang bertepatan dengn hari Kamis (21/9),  Bapenda Sulsel meraup pajak sebesar  Rp 1.058.636.825. (Tsi-Dai-Alim)

Samsat Makassar Kejar  Mobil Mewah Penunggak Pajak

MAKASSAR – Samsat Makassar memburu mobil-mobil mewah yang menunggak pajak kendaraan bermotor. Di Sulawesi Selatan, banyak pemilik mobil yang tak acuh dengan pajak kendaraannya.

Petugas UPTD Sistem Administrasi Manajemen Satu Atap (Samsat) Makassar melakukan razia dan memburu pemilik mobil mewah yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Rabu (13/9/2018).

Pamin I Samsat Makassar Iptu Ade Hermansyah yang memimpin razia di kawasan Pelabuhan Makassar dan Jalan Pattimura, menyebutkan selama beberapa hari terakhir ini, tim khusus melakukan pencarian mobil-mobil penunggak pajak. Khususnya mobil mewah bernomor polisi Sulawesi Selatan dengan kode huruf DD.

Dalam operasi ini, lanjut Ade, tim Samsat Makassar mendapatkan penunggak pajak di Kompleks Bougenville, Jalan Pengayoman, yang memiliki 4 mobil mewah yang belum membayar PKB-nya. Ini terdiri dari mobil Mercedes S500 dengan besar tunggakan pajak selama 5 tahun sebesar Rp 231 juta, BMW seri 532i dengan pajak sebesar Rp 14 juta, Peugeot RCZ dengan pajak Rp 38 juta dan Mercerdes SLK 350 yang akan habis masa berlaku pajak dua hari kemudian sebesar Rp 29 juta. Selain itu, tim Samsat juga berhasil membuntuti mobil Hummer H3 yang menunggak setahun PKB sebesar Rp 35 juta.

“Saat ini sudah sangat mudah mengecek nomor polisi kendaraan yang pemiliknya menunggak pajak, dengan aplikasi database Samsat online, kami harapkan pemilik kendaraan yang belum bayar pajak agar menyelesaikan tanggung jawabnya untuk membantu pembangunan di daerah ini,” ujar Ade dikutip dari detik.com.

Selain merazia kendaraan penunggak pajak, petugas Samsat juga berhasil mengamankan sejumlah kendaraan yang menggunakan plat palsu. Salah satu mobil yang sudah diamankan adalah mobil bodong yang saat ini dialihkan pengusutannya ke pihak kepolisian.

Sementara menurut Kepala UPTD Samsat Makassar Harmin, mengatakan total tunggakan pajak di Makassar sebesar Rp 43 Miliar. Sedangkan target pendapatan pajak tahun 2017 senilai Rp 438 miliar.

Hamrin menyebutkan, guna mengejar target pendapatan pajak, timnya rutin menggelar razia dan menyebar mobil layanan Samsat Keliling untuk membantu masyarakat membayar pajak, yang tidak sempat datang ke kantor Samsat.

Salah satu cara yang dilakukan Samsat Makassar menyiapkan mobil Samsat Keliling plus kedai kopi yang digratiskan pada pembayar PKB. Lokasi layanan Samsat keliling plus Kedai kopi berada di Jalan Hertasning depan Kanwil PLN Sulawesi Selatan Barat dan Tenggara. (Tsi-Dai-Ilham)

Tunggakan Pajak 1 Unit Kendaraan Pengusaha Makassar Capai Rp 231 juta

 

MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan dan UPT Pendapatan Wilayah Makassar II Utara kompak mencari kendaraan menunggak dengan mendatangi rumah penunggak pajak secara door to door.

Senin (11/9) tim yang dipimpin Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan Harmin Hamid, Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar II Utara H Reza Faizal Saleh M.Si, dan Paur STNK Makassar II AKP Darwis, melakukan penagihan di rumah pengusaha di Jalan Bougenville Makassar, Kecamatan Panakkukang Makassar.

Pada rumah tersebut terdapat tiga mobil mewah yang belum membayar pajak kendaraan bermotor. Tiga roda empat mewah itu diidentifikasi sebagai milik Hj Karmila yang sedang berada di Timika, Papua, kata penunggu rumah.

Menurut Harmin, tunggakan pajak  mobil sedan Marcedes Benz milik pengusaha  DD 74 KI  senilai Rp.231.495.543.

Sementara  sedan BMW 523i AT E60 CKD, Nopol DD 78 HK, tak membayar pajak dengan tagihan sebesar Rp.14.393.125. Sedangkan sedan jenis Peugeot 308 cc A/T tahun pembuatan 2013, Nopol DD 1014 QN, tunggakan pajaknya sebesar Rp. 36.215.888.

Total  tungakan pajak untuk 3 mobil mewah tersebut sebesar Rp. 282.104.556.

“Kami akan terus memburu penunggak pajak, kami ingatkan pajak adalah kewajiban warga negara dan akan dikembalikan kepada warga masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Rencananya Selasa (12/9) tim akan kembali menggelar razia untuk mencari penunggak pajak.(Tsi-Dai-Ilham)

 

 

 

Samsat Makassar Sweeping di Sultan Alauddin

MAKASSAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan melakukan aksi sweeping di Jl Sultan Alauddin Makassar untuk mencari pengguna kendaraan yang belum membayar pajak kendaraan, Senin (11/9).

Kepala UPT Pendapatan Wilayah Makassar I Selatan Harmin Hamid mengatakan pemeriksaan kendaraan ini dilakukan untuk mencari penunggak pajak kendaraan di Makassar.

“Khusus di Makassar ada sekitar 40 ribu kendaraan yang menunggak pajak kendaraan. Ini akan kita cari, baik di jalan raya maupun dengan mendatangi kediaman penunggak pajak. Datanya ada semua sama kami,” ujarnya di sela-sela penertiban.

Ia menambahkan, ada sekitar 100 lebih kendaraan yang menunggak pajak yang sempat dijaring. Namun yang membayar pajak di tempat melalui Samsat Keliling hanya sekitar tujuh kendaraan dengan nilai Rp 4 juta lebih.

Operasi yang dikawal oleh Kepolisian Polda Sulsel ini rencananya akan kembali digelar pada Selasa (12/9) di Makassar.(Tsi-Dai-Rusli)

 

 

Samsat Makassar Akan Sita  Kendaraan Penunggak Pajak  

MAKASSAR – Segera bayar pajak kendaraan Anda. Sebab mulai  1 September 2017 nanti, Samsat Makassar akan melakukan operasi gabungan secara serentak di kota Makassar.

Operasi ini difokuskan kepada kendaraan yang belum bayar pajak tahunan yang diistilahkan sebagai tunggakan pajakkendaraan bermotor.

Kepala UPTD Makassar 1 Selatan H. Harmin Hamid mengatakan operasi ini dilakukan secara besar – besaran ini sebagai tindak lanjut dari telegram Mabes Polri, dengan nomor surat Kakorlantas Polri No B/700/II/2017 Korlantas.

Surat telegram ini menurutnya akan memberikan efek jera bagi kendaraan penunggak pajak, pasalnya dalam surat itu disertakan UU no 2 tahun 2002, yang berbunyi penindakan bagi kendaraan penunggak pajak.

“Nah ini yang kami tunggu, selama ini kalau ada penunggak pajak hanya di denda dengan bunga pajak, sekarang itu selain denda mereka juga akan ditilang,” kata Harmin, Selasa (29/8/2017).

Karena 1 September 2017 ini bertepatan dengan hari raya Idul Adha 1438 hijriah, Harmin mengaku akan melaksanakannya usai hari raya keagamaan ini.

Hanya saja, Harmin tidak membeberkan waktu dan tempat operasi yang akan dilakukan, alasannya guna bisa melacak oknum penunggak pajak.

Sementara itu, Pamin 1 Samsat Makassar Iptu Ade Firmansyah mengatakan pihaknya siap mengawal operasi ini dengan profesional.

Menurut Ade, siapa saja oknum yang melanggar tentunya akan ditindak.

Dari data yang terlapor ke pihak kepolisian, sekitar 6000 kendaraan yang menunggak pajak kendaraannya.

Olehnya itu, pihaknya akan mencari siapa pemilik kendaraan penunggak itu.

“Siapa saja oknumnya akan kita sikat,” tegas Ade dikutip dari portal berita makassar.tribunnews.com.

Kendaraan yang belum bayar pajak akan ditahan dan dititipkan di Kantor Direktorat Lalulintas Polda Sulsel di Jl AP Pettarani, Makassar.

Lanjut Ade, adapun syarat agar kendaraan ini bisa keluar itu harus melalui membayar pajak tunggakan kendaraan, serta biaya administrasi tilang. (*)

Sibuk?  Samsat Care  Siap Jemput Pajak Kendaraan Anda

MAKASSAR — Samsat Makassar telah meluncurkan program Samsat Care, sejak awal tahun 2017. Program itu semakin memanjakan wajib pajak yang berdomisili di Kota Makassar.

Kepala UPTD Samsat Makassar, Harmin Hamid mengatakan, Samsat Care ini adalah layanan jemput pajak kendaraan bermotor di tempat wajib pajak. Program ini sengaja diluncurkan Bapenda Sulsel untuk memudahkan para wajib pajak dalam membayar pajak kendaraannya.

Samsat Care ini menyasar pekerja yang terikat oleh pekerjannya sehingga tidak dapat meninggalkan kantor seperti karyawan bank, dokter jaga, dan termasuk orang yang sedang sakit. Untuk, mendapatkan layanan ini bisa menghubungi call center Samsat Care di 082191763377.

“Call center ini berlaku hanya di jam kerja yakni di mulai pukul 07.30 wita sampai 15.00 wita,” ujar Harmin, Kamis (28/8/2017).

Dia menambahkan, selain itu, wajib pajak juga dapat membayar pajak di Samsat Keliling yang berada di Lapangan Hertasning dan halaman Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, setiap hari.

Saat menjemput pembayaran wajib pajak, pegawai Bapenda Sulsel akan dikawal langsung oleh anggota Polri yang bertugas di Samsat Makassar untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Petugas Samsat Care ini dilengkapi laptop 2 unit, printer 2 unit, tas berlogo Samsat, dan Rompi khusus untuk membedakannya dengan petugas lain. Lebih mudah dikenali oleh wajib pajak.(alim)