SYL Motivasi Pegawai Bapenda Sulsel untuk Capai Target

Makassar – Gubernur Sulsel Dr Syahrul Yasin Limpo SH, M.Si, MH memberikan motivasi kepada PNS Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel agar dapat mencapai target pajak tahun 2017, Selasa (4/7), di Kantor Bapenda Sulsel Jl AP Petta Rani Makassar Nomor 1. Total target pajak daerah yang dibebankan kepada pegawai Bapenda Sulsel pada tahun ini sebesar Rp 3,3 triliun lebih.

Untuk mencapai target tersebut, kata Syahrul, kita harus fokus untuk mencapai target,  salah satunya dengan menggunakan manajemen kerja yang disebut  PAKUI.

“Setiap program atau perencanaan harus dilandasi dengan semangat PAKUI yaitu Pray (doa), Attitude (sikap), Knowledge (pengetahuan), Ulet (Ekspert), dan Inovasi untuk menyelesaikan persoalan dan masalah” ujar Syahrul dalam pemaparannya yang disambut tepuk tangan 200-an pegawai Bapenda Sulsel yang berasal dari UPT Makassar I, Makassar II, Gowa, dan Maros.

Bupati Gowa dua periode tersebut juga meminta kepada setiap pemimpin di Bapenda Sulsel agar menantang stafnya untuk bekerja lebih giat  dari pada biasanya karena setiap tahun Sulsel harus lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Yang harus dilakukan dan dijaga adalah pemimpin harus menantang stafnya agar  bekerja lebih giat dari biasanya. Good not enough, you must be great,” kata  peraih 200 lebih penghargaan dari dalam  dan luar negeri ini.

Usai memberi motivasi, Syahrul melayani foto bersama ratusan foto pegawai Bapenda Sulsel. Sebelumnya Syahrul juga meminta maaf karena masih dalam suasana Idul Fitri. “Ini adalah Idul Fitri terakhir saya sebagai Gubernur Sulsel, jadi saya meminta maaf jika mempunyai salah,” ujarnya yang akan mengakhiri masa baktinya sebagai Gubernur pada Maret tahun depan.

Syahrul yang didampingi sejumlah kepada dinas juga melihat langsung inovasi yang dilakukan Bapenda Sulsel untuk mencapai target pajak. Yakni pembayaran pajak kendaraan melalui anjungan tunai mandiri (akan diluncurkan beberapa hari ke depan) serta pembayaran pajak melalui Samsat Drive Thru.

Kepada gubernur, Kepala Bapenda Sulsel Tautoto Tana Ranggina menjelaskan, hingga semester satu ini Bapenda Sulsel telah mengumpulkan pajak sebesar 45 persen lebih atau sesuai dengan  target yang telah ditetapkan.

Hingga 4 Juli 2017, pencapaian pajak kendaraan bermotor (PKB) mencapai Rp 490.907.608.043 atau 46,48 persen dari target sebesar Rp 1.056.098.000.000 atau sisa target sebesar Rp 565.190.391.957.

“Kami optimistis dapat mencapai target tersebut, apalagi Bapak Gubernur berkenan langsung hadir untuk memberikan motivasi kepada kami,” kata Toto, yang pernah menjadi Plt Bupati Torja Utara dan Soppeng ini.(mursalim)

Pendataan Penjualan Rokok di Kabupaten Soppeng

WATANSOPPENG – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah Soppeng melakukan pendataan penjualan rokok di Kabupaten Soppeng, Senin (12/6/2017).

Salah satu tugas UPT adalah melakukan pendataan terhadap peredaran rokok yang tidak dilengkapi dengan cukai resmi dari pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng mendapatkan pemasukan dari pajak cukai rokok yang merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Soppeng.

 

Sejak tiga tahun terakhir, UPT aktif mendata rokok-rokok illegal yang tidak dilengkapi dengan cukai yang berpotensi merugikan negara. Diduga rokok illegal banyak beredar di desa-desa dan pinggiran kota.(*)

 

Silahkan klik video liputannya

Selayang Pandang

Selayang Pandang

Keberadaan Dinas Pendapatan Daerah Provins Sulawesi Selatan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan yang dlberi tugas dalam pengelolaan pendapatan, baik Pendapatan Asli Daerah maupun sumber lainnya, telah dirasakan manfaatnya sesuai dengan tugas dan fungsl yang diemban selama ini. Dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangannya Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dipengaruhi berbagai faktor lingkungan baik internal organisasi maupun dari eksternal.

Analisis faktor-faktor kunci penentu keberhasilan yang dilakukan Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dalam kurun waktu Lima Tahun terakhir adalah dengan menggunakan metoda Analisis keterkaitan Misi, Visi dan Nilai-nilai. Sebagal langkah Ieblh Ianjut dari nasil analisis Iingkungan strategi Dinas Pendapatan Daerah dengan pendekatan analisis SWOT. Strategi dirancang melaui analisa lingkungan internal dan eksternal dengan mempertimbangkan nilai — nilai kerjasarna, keberbasilan dan kepastian masa depan.